Gadis Jeruk


Tidak bisa dipungkiri kalau nama akun gadisjeruk yang sering saya gunakan terinspirasi dari sebuah buku yang pernah saya baca waktu SMA, yaitu bukunya Jostein Gaarder (penulis Dunia Sofi). Buku itu pun pernah saya buat sinopsisnya untuk tugas Bahasa Indonesia, inilah sinopsisnya:

Seorang anak laki-laki yang berumur 15 tahun bernama Georg Roed kehilangan ayah kandungnya ketika ia berumur 3 setengah tahun. Ia mengetahui riwayat cinta ayahnya pada Gadis Jeruk melalui surat wasiat ayahnya yang ia tulis sebelum meninggal khusus ditujukan untuk anaknya yaitu Goerge sendiri, dan ditemukan oleh neneknya seurat itu di kereta dorong.

Dalam surat itu ayahnya menceritakan kisah cintanya ketika ia berumur 19 tahun yang bertemu dengan seorang gadis yang sedang mambawa sekantong penuh buah jeruk di pelukannya, memakai anorak tua (kemeja) berwarna orange. Pertama kali ayahnya bertemu itu ialah di sebuah trem, kendaraan yang membawanya pulang setelah jam kuliah beres. Ia membuat suatu kesalahan sampai jeruk-jeruk yang ada dipelukan si Gadisn itu berjatuhan dari kantongnya. Jelas saja si Gadis itu marah. Dari sisnilah sang ayah selalu memikirkan si Gadis, sampai ia memerikan julukan Gadis Jeruk pada Gadis itu. Sang Ayah merasa ketika berpandangan di trem tadi dengan si Gadis, ia telah mengenal lama si Gadis, dan merasa pernah merasakan kehidupan bersamanya. Setelah kejadian, banyak kesimpulan-kesimpulan yang ada di otaknya tentang Gadis Jeruk itu.

Untuk yang kedua kalinya, sang Ayah bertemu dengan si Gadis Jeruk, persis seperti pertama kali ia bertemu, memakai anorak tua berwarna orange dengan sekantong penuh jeruk di pelukannya. Mereka bertemu di sebuah café tempat sang ayah dan teman-teman kuliah selalu datang setelah kuliah usai.

Sang Ayah memberanikan diri untuk duduk semeja dengan Gadis Jeruk. Keduanya saling pandang. Si Gadis Jeruk menggenggam tangan sang Ayah, dan sang Ayah malah bertanya “Kamu seorang Tupai”. Si Gadis Jeruk pergi dengan air mata membasahi pipinya.

Rasa penasaran sang Ayah bertambah besar mengenai Gadis Jeruk itu. Sampai membawanya ke sebuah pasar. Barangkali si Gadis Jeruk akan membeli jeruk-jeruk itu di pasar. Untuk kedatanganyang ketiga kalinya ke pasar, barulah sang Ayah melihat si Gadis Jeruk yang sedang membeli jeruk. Si Gadis Jeruk memilihmilih jeruk dengan sangat teliti selama 30 menit. Sang Ayah mengikuti si Gadis Jeruk itu sampai ia melihat Gadis Jeruk menaiki Toyota Putih dengan di sampingnya duduk seorang laki-laki .

Malam Natal membawa sang Ayah bertemu lagi dengan si Gadis Jeruk. Namun kali ini si Gadis Jeruk tidak dalam membawa sekantong penuh jeruk dan tanpa anorak orange tuanya. Akhirnya sang Ayah bisa berbicara seperti layaknya. Tridak seperti pertemuan-pertemuannya yang terdahulu.

Surat yang ditujukan padanya dari Gadis Jeruk, yang beralamatkan dari Spanyol, membawa sang Ayah pergi juga ke Spanyol. Dengan tujuan ia ingin bertemu dengan si Gadis Jeruk, namun ia tidak tahu siapa nama si Gadis Jeruk itu. Di surat pun Gadis Jeruk itu tidak mencantumkan namanya.

Suatu malam setelah ia tiba di Spanyol, akhirnya ia bertemu juga dengan si Gadis Jeruk, tanpa jeruk dan anorak orange tua. Dan ternyata mereka itu adalah teman sejak kecil, dimana mereka suka bermain tupai. Sampai suatu waktu memisahkan mereka karena si Gadis Jeruk harus pindah. Air mata mengisi pertemuan mereka kali ini. Jeruk yang selalu dibawanya membawanya ke Spanyol karena ia mengikuti kuliah seni lukis di Spanyol.

Sampai akhirnya Veronika, nama si Gadis Jeruk menikah dengan sang Ayah dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Georger Roed.

Buku Gadis Jeruk itu juga sudah difilmkan dengan judul The Orange Girl atau Appelsinpiken dalam bahasa Norwegia pada 2009 lalu. Meskipun rating film asing itu dibilang kurang memuaskan, tapi cukup memberikan gambaran tentang isi buku yang saya sukai itu. Bagian lain yang saya sukai di film itu adalah kita dimanjakan dengan pemandangan di gurun salju… brrr..🙂

Penasaran? nih bisa dicoba dulu trailer movie-nya😀

18 komentar

  1. wuih ini to cerita aslinya “si gadis jeruk”…keren-keren😀

  2. wuih ini to cerita aslinya “si gadis jeruk”…keren-keren
    +1

  3. Ternyata terinspirasi dari sebuah novel sinopsis. Wew, nggak nyangka saya.

  4. salah satu buku favorit saya,
    tapi blom pernah tamat😀

  5. gadis jeruk…hmmm..cerita yang bagus..

  6. baru liat nih, kira2 di toko buku masih dijual ga ya?…

  7. ceritanya bagus, ditunggu tulisan yang lainnya ^_^

  8. ada buku nya ?

  9. cerita si gadis jeruknya menarik banget..
    sisi romantis tidak selalu di tunjukkan oleh kemesraan, dengan pertemuan yang indah itu udah cukup romantis😉

    1. ni anak kenapa tiba-tiba nongol di sini??

  10. hmmm…saya lihat lihat koment teman2 bloger pada nggak dibalas yaaaa……hanya yang terntentu saja..hemm….. #Blogger ?#

    1. hehe, itu komennya udah lama banget pas ga aktif kaka… ^_^

      1. hehe…yups….ok sis…

      2. hehe……yups…ok sis…beda jaman ya? belum bisa Online🙂

        1. iya, zaman negara api masih menyerang :)))

  11. di tunggu cerita-cerita berikutnya ya sist😉
    terimakasih😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: