Jadilah Pahlawan Lewat Produk-Produk Lokal #SmescoNV

Suatu waktu, Mantan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy pernah berkata, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!”.

Lantas, pertanyaan pun muncul, sejak pertama kali lahir hingga saat ini apa yang sudah kamu berikan dan lakukan bagi Indonesia?

Ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan bangga? Mungkin ada yang sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia lewat prestasi olahraga? Atau ada yang tergabung sebagai TNI demi membela kedaulatan NKRI?

Contoh jawaban di atas tentu sangat berarti dan benar-benar memberi kontribusi yang positif bagi Indonesia, tetapi bagaimana untuk orang biasa seperti saya, atau kamu? Apakah sudah merasa bermanfaat bagi tanah air?

Jangan resah dan gundah, tenang saja. Kamu pasti bisa kok memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi Indonesia. Caranya juga mudah, cukup dengan menggunakan produk-produk lokal. Kok bisa?

local

Jangan salah, dengan membeli produk lokal, kita sebenarnya sudah berkontribusi besar kepada bangsa. Pasalnya, dengan membeli produk lokal secara langsung mendorong industri di dalam negeri.

Ketika industri lokal terus berkembang, kapasitas produksi terus meningkat, maka akan dibutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak. Lapangan kerja pun akan terbuka lebar, pengangguran akan terserap, perekonomian masyarakat akan terangkat.

Pajak yang masuk ke kantong pemerintah juga bisa terkerek. Dari pajak tersebut pembangunan bisa dilangsungkan. Sekolah-sekolah bisa dibangun, anak-anak akan mendapat pendidikan, masa depannya pun lebih cerah.

Sebagai informasi, sepanjang 2014 Badan Pusat Statistik merilis neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar Rp24 triliun, itu berarti nilai ekspor produk Indonesia ke luar negeri jauh lebih rendah dibandingkan dengan impor produk dari luar negeri.

Kenapa bisa terjadi defisit? Karena tingginya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produk-produk buatan luar negeri. Faktornya macam-macam, bisa jadi karena merasa bangga bisa pakai produk impor?

Padahal, jika defisit neraca perdagangan ini berlangsung lama, dampaknya bisa cukup signifikan, seperti melemahnya nilai tukar mata uang Indonesia terhadap mata uang negara asing. Mau rupiah semakin terpuruk? Enggak kan.

Selain itu, jika keran impor terus terbuka, sedangkan produksi barang lokal di dalam negeri tidak bisa tumbuh secara cepat, bukan tidak mungkin akan terjadi penjajahan era baru. Penjajahan perdagangan dalam bentuk beredarnya produk-produk konsumsi dari luar negeri.

Nah, upaya kita untuk menggunakan produk lokal merupakan salah satu cara untuk melawan penjajahan perdagangan tersebut. Semakin kuat dan luasnya pasar produk lokal, maka semakin tebal benteng pertahanan negara kita.

iVee Guitars, gitar resonator logam buatan Cimahi yang laris di Eropa.

iVee Guitars, gitar resonator logam buatan Cimahi yang laris di Eropa. / FB iVee Guitars

Taru Wood, bingkai kacamata berbahan kayu yang keren.

Taru Wood, bingkai kacamata berbahan kayu yang keren. / taruwood.com

Di sisi lain, kalau kita sudah memprioritaskan penggunaan produk lokal, maka produk-produk impor bakal kalah pamor. Lalu produknya tidak akan terserap pasar, dan akhirnya mereka akan hengkang dari bumi Indonesia.

Jika kamu sudah bisa melakukan perlawanan dengan menggunakan local brand, berarti selamat kamu merupakan orang yang keren. Kalian pantas menyandang predikat sebagai pahlawan!

Apa yang lebih membanggakan dari kita yang mampu membantu banyak orang di tanah air sendiri? Bayangkan, hanya dari membeli local brand product, kita sudah bisa berkontribusi banyak bagi negara.

Enggak cuma itu saja, produk-produk lokal Indonesia saat ini sudah tidak kalah saing dengan produk-produk impor. Beberapa merek malah sudah diperhitungkan di dunia internasional. Yakinlah, bahwa local brand lebih keren.

Tentu bangga dong kalau kita bisa menggunakan produk lokal berkualitas internasional sekaligus mendorong perekonomian Indonesia? Jadi, kenapa enggak kita mulai menjadi pahlawan bagi negeri sendiri dengan cara yang paling mudah dan murah?

Terus, bagaimana caranya kita bisa tahun local brand apa saja yang berkualitas dan bisa menjadi pilihan? Gampang banget, salah satu caranya kamu bisa datang langsung ke SMESCO, di sana ada UKM Gallery yang menampilkan berbagai macam produk-produk lokal berkualitas.

Berbagai macam produk kerajinan seperti batik tulis dengan beragam motif dan bahan bisa ditemukan dengan mudah. Berbagai macam produk lainnya seperti makanan, pakaian dan perhisasan juga bisa dihadirkan di sana.

Selain itu, kamu juga bisa datang ke berbagai pameran kerajinan dan produk lokal yang rutin diselenggarakan baik di Jakarta maupun di daerah. So, apalagi yang kalian tunggu, ayo mulai menjadi pahlawan dari sekarang!

9 komentar

  1. mysukmana · · Balas

    Keren..ada pusat khusus ukm skg..bnyk blogger nulis lomba buat ukm.ayo majukan ukm indonesia..

    1. iya nih mas, mumpung kerjaanku juga lagi concern sama umkm. lagian umkm-umkm itu memang harus didorong sungguh-sungguh, potensi ekonominya bisa menyelamatkan negara saat krisis.

      1. mysukmana · · Balas

        Solo jg bnyk bgt..kyk terasolo.com yg dbikin hendri..hehe

        1. hahaha, aku juga dulu kan di sana mas. 1 bulan.😀

        2. mysukmana · ·

          Iya tau..wkwkk

  2. Bener banget nih.
    Produk Indonesia gak kalah kok sama produk impor lainnya.

  3. Kita sebagai Rakyat Indonesia harusnya lebih mencintai produk lokal, dan melestarikannya.
    Setuju banget sama artikel agan🙂

  4. Artikel agan semoga bisa menjadi inspirasi buat rakyat Indonesia untuk lebih mencintai produk dalam negri, dan lebih kreatif lagi🙂

  5. […] Jangan salah, ketiga produk tersebut hanya bagian sangat kecil dari potensi dan kekayaan local brand di Indonesia. Jadi, sudah tidak ada alasan lagi buat masyarakat Indonesia, termasuk kamu, untuk bangga terhadap produk lokal. Apalagi kamu bisa jadi pahlawan loh hanya menggunakan local brand! […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: