Menyongsong Babak Baru Pengembangan Ekonomi Kreatif

“Sumber daya alam yang selalu diunggulkan Indonesia pada akhirnya akan menipis, tetapi kreativitas tak akan pernah habis, itulah yang menjadi kekuatan dari ekonomi kreatif,” – Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Bersatu II.

Tahun 2005 menjadi langkah awal munculnya gagasan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, setelah Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya pengembangan industri kerajinan dan kreativitas bangsa untuk pengembangan ekonomi yang berdaya saing.

Ekonomi kreatif yang dimaksud adalah penciptaan nilai tambah baik secara ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan, yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi.

Salah satu bagian dari ekonomi kreatif adalah melalui industri kreatif yang menghasilkan output dari pemanfaatan kreativitas, keahlian, dan bakat individu untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan peningkatan kualitas hidup.

Keseriusan pemerintah untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor ekonomi unggulan makin terlihat dengan munculnya Instruksi Presiden Nomor 6/2009 yang disusul dengan diluncurkannya cetak biru pengembangan ekonomi kreatif oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Selanjutnya, komitmen pemerintah juga semakin besar dengan dibentuknya kementerian yang secara khusus membidangi ekonomi kreatif, yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 21 Desember 2014 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011.

Usaha yang dilakukan pemerintah tersebut kemudian mulai membuahkan hasil, dengan terus tumbuhnya kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produksi Domestik Bruto (PDB) Nasional, di mana laju pertumbuhan rata-rata tiap tahunnya berbanding lurus dengan laju pertumbuhan PDB.

Hingga akhir tahun lalu, ekonomi kreatif berkontribusi 7% terhadap PDB nasional, menyerap 11,8 juta tenaga kerja, menciptakan 5,4 juta usaha kreatif yang sebagian besar adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan 17% dari total konsumsi rumah tangga dalam negeri adalah konsumsi produk kreatif.

Pengembangan ekonomi kreatif terus bergulir hingga saat ini, sampai munculnya kontroversi terkait pemisahan ekonomi kreatif dari Kementerian Pariwisata pada Kabinet Kerja untuk dibentuk badan khusus yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Kontroversi tersebut muncul karena besarnya kepedulian masyarakat terhadap masa depan pengembangan ekonomi kreatif yang dinilai sangat prospektif. Di mana muncul wacana akan adanya pembentukan kementerian khusus, namun saat pengumuman struktur Kabinet Kerja, nomenklatur Kementerian Ekonomi Kreatif tidak muncul sama sekali.

“Sayang kalau pengembangan ekonomi kreatif dilepas begitu saja, perlu ada sebuah lembaga yang bisa mengoordinasi dan mendorong sektor yang sangat potensial ini,” papar Anang Sukandar, Ketua Komite Tetap Pengembangan Bisnis Industri Kreatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan proses pembentukan Badan Ekonomi Kreatif (BEK) tengah digodok dan diharapkan konsepnya akan tuntas pada akhir Desember, sedangkan pembentukannya akan selesai pada Juli 2015.

“Pada enam bulan pertama, Kementerian Pariwisata akan mendampingi BEK. Adapun fokus dari BEK adalah mengembangkan industri kreatif agar bisa bersaing dengan negara lain,” katanya.

Terbentuknya Badan Ekonomi Kreatif yang telah dilaksanakan dengan terpilihnya Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif pada Senin (26/1/2015) menjadi tanda dimulainya pengembangan ekonomi kreatif tahap ketiga untuk periode 2015-2019.

Berdasarkan rencana pengembangan ekonomi kreatif nasional jangka panjang (RPJP) yang telah disusun, tahap ketiga adalah … baca selanjutnya di sini 

2 komentar

  1. bagi kamu yang suka nulis artikel, yuk ikutan Refiza Blog Competition. meriahkan dan menangkan jutaan rupiah bagi para pemenang. tema kompetisi ini adalah tentang souvenir islami. yuk daftarkan diri kamu. syarat dan ketentuan klik http://www.refiza.com/blogcompetition2015/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: