Menemukan Pasangan Jiwa

image

Selamat datang November, tak terasa sudah hampir pengujung 2014. Banyak hal yang terlewat selama tahun Kuda Kayu ini, salah satunya ‘hobi’ membaca saya yang tak banyak tersalurkan dan semangatnya semakin melempem tiap bulan.

Hari ini, Minggu (2/11/2014) saya memaksakan diri untuk mencoba menyelesaikan yang belum selesai, yaitu membaca buku Paulo Coelho berjudul Brida. Buku yang saya beli beberapa bulan lalu itu, hingga saat ini hanya kelar saya lahap beberapa lusin lembar saja. Alasannya, mungkin karena mata saya yang cepat lelah, atau karena bahasan bukunya yang memang terlalu berat.

Buku itu berlatar di Kota Dublin dan bercerita tentang kisah seorang perempuan bernama Brida yang tengah mencari ‘Pasangan Jiwa’ dan arti kehidupan melalui sihir dan okultisme –setidaknya itu yang pertama saya tangkap saat membaca belasan lembar pertama.

Hingga sampailah saya pada sebuah bagian yang menurut saya sangat menarik, percakapan antara Brida dan Wicca yang sama-sama memiliki Bakat untuk mencerna Tradisi Bulan.

“Dalam setiap kehidupan, kita merasakan suatu kewajiban misterius untuk menemukan setidaknya satu dari para Pasangan Jiwa itu. Cinta terbesar yang memisahkan mereka meraaa disenangkan oleh Cinta yang menyatukan mereka kembali.”

“Tapi bagaimana aku bisa tahu siapa Pasangan Jiwaku?”Brida merasa ini adalah salah satu pertanyaan terpenting yang pernah ia utarakan dalam hidupnya.

Wicca tertawa. Ia pernah menanyakan pertanyaan itu pada diri sendiri dan dengan kegelisahan bersemangat yang sama seperti wanita muda di depannya.

Kau bisa menemukan Pasangan Jiwamu dengan melihat cahaya di mata mereka, dan sejak awal, begitulah cara orang mengenali cinta sejati mereka.

Tradisi Bulan menggunakan proses yang berbeda: sebentuk penglihatan yang memperlihatkan setitik cahaya di atas pundak kiri Pasangan Jiwamu. Tapi ia belum akan memberitahu gadis ini sekarang; suatu hari Brida mungkin akan belajar melihat titik cahaya itu, mungkin juga tidak. Ia akan menemukan jawabannya dalam waktu dekat.

“Dengan mengambil risiko,” kata Wicca pada Brida.
“Dengan mengambil risiko kegagalan, kekecewaan, kehilangan arah, tapi tak pernah berhenti dalam pencarianmu menuju Cinta. Asal kau tetap mencari, pada akhirnya kau akan menang.”

Bagaimana, sudah mendapatkan pencerahan tentang Pasangan Jiwa yang saya kutip dari bukunya penulis Sang Alkemis? Jujur, konsep pencarian Pasangan Jiwa yang saya miliki selama ini dengan kepunyaan Wicca jauh berbeda.

Saya, hingga saat ini berprinsip, ‘cari pasangan kok coba-coba?’, berbanding terbalik dengan pendapat Wicca yang menyarankan kita untuk tidak pernah takut mencoba. Apakah ini konsepnya Wicca yang terlalu ekstrim atau malah saya yang terlampau pasif dan pengecut?

Yang pasti, saya masih sangat yakin setiap orang diciptakan berpasang-pasangan, seperti Adam dan Hawa, bapak dan ibu saya, bahkan sepasang tikus yang beranakpinak di atap rumah.

Kalau pun tidak diberi kesempatan bertemu di dunia, bukankah masih ada surga yang menanti kita? So, yang belum ketemu Pasangan Jiwanya, santai… jangan panik, konon semua akan menikah pada waktunya.🙂

4 komentar

  1. Jadi dilihatnya dari cahaya mata ya??😄

  2. Cari suami / istri mudah. Cari pasangan jiwa itu yang sulit. Kalau terasa “klik”, ambil resiko ajah. Yakin itu pasangan jiwa. Ah teori lu…!!!! Hehehehe……!!!!!

  3. berat banget den bahasannya,

  4. cari pasangan sejati itu lebih sulit donk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: