Teror Tong-tong-prek

Hari ini, Jumat (4/7/2014) merupakan hari keempat saya melewati ritual sahur di kamar kos, dan seperti puasa-puasa tahun sebelumnya saya masih malas untuk bangun tidur pada dini hari serta lebih memilih untuk sahur sebelum tidur (untuk selanjutnya terlelap hingga adzan subuh).

Namun, tak seperti puasa-puasa yang lalu, kali ini saya selalu berhadapan dengan teror yang dimulai tiap sekitar pukul 02.00 WIB (seperti saat saya menulis artikel ini).

Teror itu berhasil menimbulkan keresahan dan menggagalkan rencana saya untuk tidur nyenyak sejak hari pertama berpuasa di Jakarta dengan bunyi-bunyian tak enak di telinga dan seakan bersuara tong-tong-prek. Karena itulah, teror tersebut saya beri nama tong-tong-prek.

Seperti dugaan awal, tersangka teroris yang merusak cita-cita indah saya terbukti merupakan segerombolan bocah yang mungkin berasal dari Gang Buaya I. Belasan anak berusia SD bersenjatakan bedug portable, petasan dan suara lengkingan tinggi berjalan-jalan menyusuri sepanjang Jl Karet Pasar Baru Barat I dan berhasil menghadirkan teror bagi beberapa warga Gang Buaya.

Malam pertama saat teror itu saya rasakan, sukses membuat saya gulung-gulung di kasur akibat terbangun dan kesulitan untuk mencoba kembali tidur. Padahal setelahnya saya harus bersiap-siap untuk bekerja. Sejak saat itu, saya benar-benar mengutuki para teroris tong-tong-prek.

Tak hanya saya, ternyata kolega saya sesama Agabuy – Anak Gaul Gang Buaya- juga merasa terganggu dan mereka mengeluhkan hal yang sama. Mereka menilai aksi teroris tong-tong-prek tersebut mengganggu stabilitas kenyamanan beristirahat di kamar kos, meskipun bisa jadi merekan berniat baik untuk membangunkan warga bersiap santap sahur.

Tapi, yang kami sesalkan sebagai korban terorisme tersebut adalah pemilihan waktu dan perangkat pendukung yang tidak tepat. Kalau saya sih tidak kebayang bagaimana orang bangun tidur untuk mulai sahur pada pukul 02.00 WIB, padahal jadwal subuh sekitar pukul 04.43 WIB. Lagipula, bukankah Rasul menyunnahkan untuk mengakhirkan sahur?

Yup. Bagi kami Agabuy penyewa kamar kos, jadwal efektif dan efisien untuk makan sahur adalah pukul 04.00 WIB karena kami tak perlu ribut untuk memasak sahur dan tinggal ngesot ke tempat makan. Nah, walaupun ada warga yang perlu masak, apakah butuh waktu lebih dari 2 jam?

Berdasarkan pengalaman orang rumah, mulai memasak pada pukul 03.30 WIB juga cukup untuk menyiapkan santapan sahur. Kalau begitu, kenapa kami harus dipaksa bangun pukul 02.00 WIB? Tahukan kalian hei para teroris, punya waktu 2 jam untuk tidur itu merupakan kemewahan bagi kami, sehingga jika kalian merenggutnya sama saperti para pencuri yang mengambil perhiasan-perhiasan mewah.

Okelah, saya hargai niat baik kalian untuk membangunkan dan mengingatkan kami sahur. Tapi, apakah cara yang dilakukan sudah bijak? Bukankah ada cara lain yang lebih elegan selain menebar kecemasan tong-tong-tong prek di Gang Buaya?

Beginilah realita dunia, tak hanya teroris tong-tong-prek, tapi banyak lainnya juga yang berniat untuk berbuat baik tapi seringkali menggunakan cara yang salah. Alhasil, niat baiknya tak sampai, yang ada malah memupuk rasa tidak simpati.

Nyambung ga nyambung, hal itu juga terjadi pada musim kampanye pemilihan presiden kali ini. Banyak orang yang mungkin berniat baik untuk memberi tahu masyarakat siapakah sosok yang paling patut menakhodai nusantara. Tapi sayang seribu kali sayang, cara yang mereka pakai secara tidak sengaja malah mengganggu kemaslahatan umat.

Jadi, apa yang harus dilakukan agar niat baik tersampaikan dengan cara baik?

 

Dalam keadaan setengah ngantuk.

Karet Tengsin, 02.47 WIB.

4 komentar

  1. hehe.. suasana ramadhan akan lebih terasa kalo ada hal kaya gtu..
    lumayan mbak,, pengalaman hidup di gang buaya.. hehehe
    ya tapi kalo ngerasa terganggu lebih baik ngomong aja ke RT’y.. hehe

  2. Di tempat kosku tong-tong prek udah gak terdengar. Mungkin mereka sudah punah. Eh, apa sayanya ya yang tidurnya terlalu lelap jadi gak kedengeran. heuheu

  3. Sabar ya mbaaa… Hiks. Cobaan dan ujian utk org berpuasa dan org yang mau coblos Pilpres… dan org yang tim jagoannya kalah di Piala Dunia, hihihi

  4. thanks sob untuk postingannya…
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu…
    salam kenal yach…
    kunjungi blog saya ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    http://chaniaj.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: