Saatnya Investor Lokal Jadi Pahlawan di Negeri Sendiri

investor2

Saat masyarakat Indonesia bersuka cita menyambut perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, pasar modal malah terjajah dengan volatilitas indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sangat tinggi dan sempat membuat indeks terpuruk sampai level 3.967,84 pada 27 Agustus. Konon, hal tersebut karena peran investor asing yang selalu dominan di pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), total aset saham yang tercatat di C-BEST sampai 31 Juli 2013 kepemilikannya masih didominasi oleh investor asing.

Memang secara persentase mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu dari 59% menjadi 57%, namun secara nilai mengalami peningkatan sebesar 17,67% dari Rp1.375,60 triliun menjadi Rp 1.618,66 triliun.

Sementara itu aset saham yang dimiliki investor lokal secara persentase dan nilai mengalami peningkatan sebesar 28,66% dari Rp955,56 triliun (41%) pada 31 Juli 2012 menjadi Rp 1.229,44 triliun (43%) pada 31 Juli 2013.

Dominasi investor asing tersebut kemudian membuat IHSG volatil karena salah satu profil mereka adalah mereka miliki pilihan untuk keluar atau masuk pasar modal Indonesia, padahal mereka gemar bermain di saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar yang menjadi pendorong pergerakan IHSG.

“Karena mereka [investor asing] memiliki pilihan untuk keluar masuk pasar Indonesia, biasanya ketika kondisi ekonomi melemah mereka akan angkat kaki dan otomatis itu sangat berpengaruh pada kondisi indeks,” jelas Satrio Utomo, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Sabtu (7/9).

Misalnya pada Agustus, tercatat investor asing melepas saham hingga Rp241,67 triliun, sehingga nilai saham mereka mengalami penurunan 17,55% pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya dari Rp1.618,66 triliun menjadi Rp1.376,99 triliun. Sedangkan nilai saham investor lokal mengalami penurunan 12,64% dari Rp1.229,44 triliun menjadi Rp1.091,44 triliun.

Untuk itu, saat ini peran investor lokal sangat diperlukan guna menjadi buffer atau penyangga pergerakan IHSG agar tingkat volatilitasnya menjadi rendah. Pasalnya investor lokal memiliki peluang besar untuk mengendalikan pasar dalam negeri karena keseluruhan transaksi mereka berada di pasar modal Indonesia.

Sayang, hingga saat ini investor lokal dinilai lebih suka main pada saham milik sendiri atau di saham-saham berkapitalisasi kecil dengan alasan mereka malas ditipu investor asing. Padahal seharusnya investor lokal mulai melirik saham-saham bigcap supaya bisa menjadi pengendali IHSG.

“Kalau investor lokal sudah berani main di saham-saham bigcap [kapitalisasi pasar besar] setidaknya pengendali IHSG berada di tangan sendiri, tidak seperti selama ini yang terus didominasi asing,” imbuh pria yang akrab disapa Tommy itu.

Tommy mencontohkan aksi PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang siap menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk membeli kembali saham-saham unggulan yang terpuruk di pasar merupakan salah satu langkah yang bisa memulihkan kinerja pasar modal Indonesia saat indeks berada pada level rendah.

Sementara itu, menurutnya, investor asing cenderung mengambil aman dengan keluar saat indeks bottoming dan baru mengambil posisi kembali sekitar 1-2 pekan kemudian setelah kondisi indeks dinilai sudah relatif membaik.

“Jangan harap investor asing akan jadi pahlawan dengan masuk pasar saat indeks bottoming,” tegasnya.

Meski demikian, bukan berarti investor asing dilarang menanamkan modalnya di pasar Indonesia, tapi seharusnya sebisa mungkin diarahkan untuk menjadi investor jangka panjang, sehingga ketika kondisi ekonomi melemah mereka tidak lantas langsung angkat kaki dan menyebabkan pasar modal bergejolak.

“Saat ini investor asing masih banyak yang bermain di jangka pendek dan menengah, sehingga saat kondisi ekonomi melemah meskipun sifatnya hanya sementara, mereka bisa dengan mudah keluar pasar dan menyebabkan indeks anjlok,” imbuhnya.

Jika dilihat dari jumlah investor yang terdaftar dengan Single Investor Identification (SID) di KSEI, jumlah investor lokal sebenarnya lebih banyak. Tercatat jumlah investor lokal sebanyak 289.887 yang terdiri atas 4.343 institusi dan 285.534 perseorangan, sedangkan jumlah investor asing tercatat sebanyak 11.144 yang terdiri atas 8.539 institusi dan 2.605 perseorangan.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah kualitas para investor lokal, bukan hanya kuantitasnya saja yang digenjot, karena kalau jumlahnya banyak tapi tidak bisa bermain saham dengan baik sama saja tidak ada bedanya,” ungkapnya.

Sebenarnya, jumlah uang yang dimiliki investor lokal saat ini sudah banyak, bisa dilihat dari perdagangan saham selama 2013 hingga Jumat (6/9), investor lokal memegang dominasi 58% dari total trading value atau setara Rp639,9 triliun, sedangkan investor asing memegang sisanya dengan total Rp468,3 triliun.

Sehingga yang dibutuhkan pasar saat ini adalah investor lokal yang peduli dengan saham dan investasi yang dimilikinya dengan memperbaiki strategi dan pola pikir dalam trading, mereka harus mulai berani menampakkan taringnya dengan bermain di saham-saham bigcap pasar modal Indonesia.

Sedikit cambukan dengan kondisi indeks seperti saat ini diharapkan bisa membangkitkan jiwa-jiwa kepahlawanan para investor lokal yang kemudian bisa memerdekakan pasar modal Indonesia dari dominasi investor asing.

4 komentar

  1. wogh.. artikel yang menarik untuk dibaca..

  2. tulisannya bagus gannnnnnn.

  3. investor lokas lebih baik dari pada investor luar yang trus membuat negeri ini semakin terpuruk,,mantap postingannya

  4. Dengan rakyat 250 juta orang, sebetulnya Indonesia ga perlu terlalu takut dgn gonjang ganjing pasar modal. Sayangnya memang pelaku pasar modal ritel baru beberapa ratus ribu org saja, sekitar 0,2% dari penduduk kita. Semoga mulai tahun 2014 ini makin banyak anak muda, ibu2, karyawan pegawai dll yg mengerti nikmatnya investasi saham di negeri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: