Menjelajahi 3 Zaman di Tapak Tilas Ilmu Berbagi

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah,” – Bung Karno

Sejarah sangat penting bagi manusia, karena dengan sejarahlah kita bisa mengenal asal-usul dan jati diri masing-masing, termasuk asal mula suatu bangsa seperti Indonesia. Berbekal kesadaran akan pentingnya sejarah, Komunitas Ilmu Berbagi mengajak adik-adik binaan mengunjungi 3 museum di Jakarta dalam rangkaian Tapak Tilas Komunitas Ilmu Berbagi, Minggu (24/11/2013).

Tiga museum yang dituju itu adalah Museum Monumen Nasional, Museum Gajah atau Museum Nasional dan Museum Bank Indonesia. Tiap museum yang kami kunjungi memiliki latar belakang dan tema yang berbeda, mulai dari zaman kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara hingga zaman reformasi.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 25 siswa SMK ITACO Bekasi dan sekitar 12 kakak asuh Ilmu Berbagi tersebut dimulai sejak pagi hari. Kira-kira pukul 09.00 WIB rombongan sudah memasuki Museum Monumen Nasional yang letaknya berada di bawah Tugu Monas. Di museum pertama ini, adik-adik dan kakak-kakak Ilmu Berbagi diperkenalkan dengan sejarah perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia.

Image

Di ruangan pertama Museum Monas, pengunjung disuguhi banyak diorama di dalam kaca yang meceritakan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia sejak kolonialisme Belanda hingga penjajahan Jepang. Diorama yang disuguhkan menggambarkan bagaimana kondisi masyarakat Indonesia saat berupaya memerdakakan bangsa Indonesia.

Setelah menikmati diorama, rombongan diajak untuk naik ke Ruang Kemerdekaan. Di ruangan dengan tempat duduk yang disusun seperti teater tersebut, pengunjung diperlihatkan naskah teks proklamasi yang tersimpan dibalik pintu perunggu dengan berat ribuan kilogram. Di sana juga diputar rekaman suara Soekarno saat membacakan teks proklamasi tersebut.

Kemudian perjalanan di destinasi pertama tersebut dilanjutkan ke pelataran monas. Untuk menuju ke sana pengunjung diharuskan meniti anak tangga yang berjumlah 67 atau sesuai dengan tahun pembangunan Monas itu. Di pelataran tersebut kami manfaatkan untuk mengabadikan momen narsis dengan foto bersama.

Setelah puas berfoto, rombongan melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya, yaitu Museum Gajah atau Museum Nasional. Museum ini letaknya tidak terlalu jauh dari silang Monas, sehingga rombongan memilih untuk berjalan kaki menuju lokasi yang berada di Jalan Medan Merdeka itu.

Jika di Museum Monas rombongan diajak untuk mengunjungi waktu sekitar 2-3 abad silam, di Museum Gajah pengunjung seperti menaikan mesin waktu dan menuju waktu ribuan tahun lalu. Tepatnya pada masa Hindu-Buddha di Indonesia. Hal itu terlihat dari koleksi museum yang terdiri atas berbagai macam arca dari zaman kerajaan Hindu-Buddha.

Selain mempelajari sejarah dan kebudayaan ribuan tahun silam, adik-adik binaan juga ditantang untuk menguji keberanian dan rasa percaya dirinya dengan cara… (selengkapnya bisa kunjungi website ilmuberbagi.com)

2 komentar

  1. mysukmana · · Balas

    sebenarnya ilmu berbagi itu apa kayak akber gitu ya kak ?

    1. ya mirip-mirip sih mas, tapi kalo di ilmu berbagi ga cuma bagi-bagi ilmu. tapi juga donasi berupa beasiswa untuk adik binaan yang membutuhkan. lengkapnya bisa cek: http://ilmuberbagi.com😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: