Life as We Know It

Kamu tau enggak 10 tahun lagi kamu bakal jadi seperti apa? Ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut? Atau setidaknya ada sedikit gambaran mengenai jawaban pertanyaan itu?

Saya kira untuk pekerja BUMN atau pegawai negeri sipil, pertanyaan tersebut bisa terjawab setidaknya untuk masalah pekerjaan. Ya, 10 tahun lagi mereka sudah bisa memperkirakan mereka akan menjadi pejabat tingkat eselon berapa atau berpangkat apa. Menyenangkan enggak sih kalau kaya gitu?

Secara mereka bisa hidup seperti ‘life as we know it’, menjalani hidup seperti mereka sudah tahu kehidupan mereka di masa depan bakal seperti apa. Meskipun memang tidak semuanya serta-merta jelas meskipun sudah jadi PNS yang kemungkinan dipecatnya sangat kecil.

Jika saya membayangkan hal tersebut, ketakutan malah menghampiri saya. Rasanya hidup sudah enggak ada tantangannya lagi. Kita tinggal berkutat di masalah pekerjaan dan kehidupan rumah tangga, ya urusannya itu-itu saja.

Tapi di sisi lain, saya juga merasa miris ketika membayangkan masa depan kehidupan saya yang masih abu-abu. Saya belum bisa membayangkan akan seperti apa hidup saya 5 atau 10 tahun yang akan datang.

Entahlah, saya merasa di satu sisi ketidakpastian hidup itu merupakan sebuah tantangan yang menyenangkan, tapi di sisi lain menimbulkan ketakutan yang teramat apalagi jika sudah dihadapkan dengan tuntutan keluarga dan orangtua.

Saya sempat curhat mengenai masalah ini pada salah seorang rekan kerja, beruntung dia bisa mengerti jalan pikiran saya, dia juga bisa menggambarkan kehidupan di masa depan seperti apa yang sepertinya cocok untuk saya.

longway

“Kamu tuh pantesnya hidup di karavan gitu deh, berpindah-pindah. Jadi kaya pasangan 2 ransel itu tuh. Keren banget sepasang suami istri rela melepaskan kehidupan formalnya demi meraih mimpi bersama mengelilingi dunia.”

“Hahaha bener banget, pokoknya itu ideal banget deh hidupnya. Senang keliling dunia sambil tetep bisa menghasilkan uang. Tapi sayang, kayanya impian kaya gitu masih belum bisa diterima sama keluarga dan mereka tetap bersikukuh supaya anaknya mapan jadi pegawai.”

“Iya sih, itu tantangan terberatnya, maksud mereka pastinya baik ingin anaknya bahagia dan menderita, tapi ya mereka melihatnya hanya sebatas informasi yang mereka dapat dan pengalaman yang mereka punyai, alhasil jadi pegawai merupakan jalan yang menurut mereka terbaik. Padahal kan generasi zaman sekarang mereka dapat lebih banyak informasi dan bisa menemukan cara lain untuk ‘berbahagia’ tanpa sepenuhnya jadi pegawai.”

“Makanya, salah satu cara supaya aku bisa hidup bahagia dengan jalanku sendiri, tapi orangtua bisa tetap ayem karena percaya anaknya bisa bahagia ya dengan punya suami pegawai yang udah mapan. Hahaha jadi biarkan suami bekerja keras, dan diriku tetap wara-wiri jalan-jalan.”

“Opo ora mesakne suamimu?”

“Ora! Hahaha. Yo kapan-kapan diajaklah, bikin perencanaan yang oke. Syukur-syukur punya suami udah kaya raya dan bebas finansial, jadi kita berdua bisa keliling dunia juga”
Maafkan saya hai calon suamiku karena memiliki pemikiran seperti itu, tapi memang lebih baik kamu tau tentang hal ini terlebih dulu, supaya siapa pun jodohku kelak sudah siap dengan calon istri yang bakal dihadapinya. *duhhhh

 

 

*PS: percakapan dalam tulisan ini terilhami saat tak sengaja melihat foto pasangan suami istri yang kebetulan teman sekolah saya seangkatan. Si istri sedang hamil, dan mereka berdua sudah settle di pekerjaannya masing-masing.*

5 komentar

  1. Sedang kalut nih si mbak kayaknya.
    Sayang saya bukan pegawai sipil.😀

    1. iya nih, lagi galau. hahaha😀

  2. KSATRIO PINANDHITO · · Balas

    Sepertinya ngga cuma mbak saja yang mengalami masalah spt ini. Banyak orang skg yg kalau ditanya 10 tahun lagi akan jd apa jg bakalan plonga-plongo, bingung mau jawab apa. Saya salah satunya😉

  3. Ayo menangkan 250K Voucher Sodexo sesimpel Like Fanpage, Follow Twitter, dan Isi Survey yang terdapat di website ACTIVORM. Activorm adalah Activation Platform untuk Social Networks Marketers, Online Marketing Ads, Internet Marketing dan sekaligus memberikan Prize bagi fans.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: