Cerita Tentang Perselingkuhan

se.ling.kuh [a] (1) suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong

Entah kenapa saya merasa kalau saya punya bakat buat selingkuh. Bukan cuma masalah hati, tapi untuk hal-hal lainnya. Saya menyadari hal itu saat teman saya iseng menegur saya ketika sedang membaca buku. “Nden, kamu kok udah ganti lagi baca bukunya, padahal yang kemarin juga belum kelar, kan?” ujarnya sengit.

3-iron

Saya juga mengecap diri saya sendiri seorang pembosan. Selalu bosan pada hal yang monoton, misalnya membaca novel. Dari dulu saya tidak suka baca novel, kalaupun terpaksa membaca pasti berhenti di tengah dan tak kunjung selesai. Kalaupun kelar, pasti sebelumnya sudah disambi dengan membaca buku lainnya. 

Ya, saya memang bukan orang yang bisa fokus mengerjakan satu hal yang sama dalam waktu yang lama, bahkan saya cenderung bisa fokus jika dalam kondisi multitasking, dan multitasking itu saya anggap sebagai salah satu bentuk perselingkuhan yang sering saya lakukan.

Selain masalah membaca, saya juga sering selingkuh saat mengerjakan hal paling privat di kamar mandi. Saya merasa harus melakukan hal lain yang lebih produktif dibandingkan hanya duduk sambil menunggu urusan buang hajat saya selesai (seperti tulisan ini saya tulis sembari *maaf* beol). Saya rasa waktu seperti itu lebih produktif dibandingkan saya harus meluangkan waktu khusus untuk menulis, biasanya kalau seperti itu akhirnya tulisan hanya meluncur di draft, sedangkan ini sekali ‘nongkrong’ bisa langsung jadi.

Mungkin bagi sebagian orang, hobi multitasking saya bisa dibilang sebagai kegiatan plin-plan dan noninstiqomah, tapi saya anggap itu sebagai hal yang dinamis dan bisa membuat otak saya bekerja lebih cepat. Maka jangan heran jika menjumpai saya bekerja sambil twitteran (kalau ini hampir semua orang bisa) atau membaca buku sambil nonton TV (tinggal belajar bagaimana cara tidur sambil makan aja)😀

Saya merasa nyaman dengan ‘perselingkuhan’ ini, tapi semoga hal seperti ini tidak terbawa sampai ke rumah tangga saya kelak. *saya jadi bermimpi punya suami macam dasamuka yang bisa berganti muka tiap hari biar ga bosen* hehe😀

Bagaimana dengan Kamu? Suka main serong juga kah?😀

 

(catatan: gambar yang saya jadikan ilustrasi di tulisan ini diambil dari salah satu adegan film korea tahun 2004 berjudul 3-Iron karya Kim Ki-Duk, film yang durasinya sekitar 1 jam ini saya nilai bagus dengan alur kisah yang tidak bisa ditebak, ratingnya juga bagus. Kalau penasaran bisa nonton di youtube.)

7 komentar

  1. Hayah, ternyata selingkuh yang model begini yang dibahas. Jaman sekarang memang ga biasa orang melakukan satu hal saja tanpa ‘samben’. Terutama yang ada hubungannya dengan ide seperti menulis, ga tau kapan aja bisa datang soalnya🙂

    Tapi kalau buat baca rasanya ga bisa deh sambil nonton😀

    1. hahaha, lah emangnya mau selingkuh yang model gimana, Mas? :p

  2. Berarti multitasking itu sama dengan selingkuh ya? Hmm #okesip

  3. mulai dari sekarang ngoleksi topeng lek, dinggo bojomu sok mben😛

    1. hahaha ya mestine sing ngoleksi topeng bojoku noh. kan aku sing bosenan. dudu bojoku *sotoy*

  4. wah berarti saya juga selingkuh dong yah. termasuk di kerjaan :))

  5. mysukmana · · Balas

    gw cowok setia mbak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: