Vandalisme Bikin Geregetan

va.ndal.is.me [n] (1) perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dsb); (2) perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas

Grrr… Sumpah deh geregetan banget kalau lihat coretan-coretan yang nangkring di sembarang tempat, apalagi di benda-benda atau tempat bersejarah. Kegeraman saya pada vandalisme sebanding dengan kegeraman saya saat melihat orang membuang sampah sembarangan. Saya enggak habis pikir, sebenarnya apa sih yang ada di benak para vandal itu? Mau eksis, gitu ya?

Apa ya, ibaratnya orang-orang berusaha untuk mempercantik dan memperindah bangunan atau tempat-tempat umum, eh ini dia seenak-udelnya mencorat-coret begitu saja. Gak cuma di Gua Jepang dan Gua Belanda di Taman Hutan Raya Ir Djuanda Bandung saja korban-korban vandalisme itu berjatuhan, tapi hampir di setiap tempat wisata yang saya datangi pasti ada tulisan tangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Hih!

Sok atuh kudu dikumahakeunnya ari anu kitu? Lamun Bomber nu bikin gravity mah sih masih Oke-oke saja, soalna masih aya unsur artistikna, lah lamun ngan corat-coret nu teu puguh jeung nu euweuh hartian mah keur naon coba? Kalahkah matak rusak mata wae. Duh, tuh kan gara-gara geregetan nulisna oge jadi emosional kieu😄.

Oh ya, tiba-tiba jadi inget pernah dengar berita kalau Jokowi sempat meminta satpol PP untuk menunggu dan menjaga sebuah bangunan yang baru dicat untuk menghindari para vandal yang iseng, selain itu memanfaatkan tanaman rambat untuk menutup dinding supaya tidak dijadikan kanvas oleh orang-orang jahil. Tapi, apa perlu setiap bangunan atau benda-benda di tempat umum ditunggu Satpol PP? Kaya enggak ada kerjaan Satpol PP yang lain saja.

Terus, penerapan sanksi berupa denda maksimal Rp 20 juta atau kurungan paling lama 60 hari untuk pelanggar larangan mencorat-coret dan menempel iklan di sarana umum, efektif gak ya? Padahal kan yang bikin susah itu menangkap pelakunya ya? Mereka tuh kaya pinter menyelinap aja, jadi percuma aja didenda 1 milyar kalau pelakunya gak pernah ketangkap.😀 (sumber: http://news.detik.com/read/2013/05/07/090924/2239748/10/0/4-gebrakan-jokowi-bikin-si-tangan-jahil-kapok-corat-coret)

Ya sudah, saya juga bingung dan cuma bisa mengutuki perilaku ‘jahat’ itu di sini, yang penting saya berusaha untuk tidak melakukan hal itu dan mencoba mengingatkan orang-orang di sekeliling saya untuk tidak melakukan hal-hal yang tak terpuji.🙂 Saya yakin, jika setiap orang mulai menanamkan kesadaran pada diri sendiri, masalah seperti itu akan teratasi dengan mudah.

Daripada saya stress, mendingan narsis dulu nih di Gua Jepang dan Gua Belanda😀

One comment

  1. Iiiiccchh..Nenden, keren banget postingannya. Berbobot! Bunda blm bisa kek gitu lho. Anak muda dengan s’mangat muda muda. Ngomong tentang vandalisme itu, ya bunda juga paling sebel bin sengit kalo liat pilar-pilar yang bagus di corat-coret. Md2an akan ada kesadaran. Sooner or later. Tapi kapan? hehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: