Jangan Dibaca!

stopPerhatian, saya sarankan Anda untuk tidak membaca tulisan ini. Demi apa pun, yang pasti sudah saya peringatkan kalau tulisan ini jangan dibaca. Jangan dibaca loh ya… Terima kasih.

Peraturan dibuat untuk dilanggar. Ada yang sepakat dengan kalimat tersebut? Mungkin banyak orang merasa tidak sepakat dengan hal itu, tapi tanpa disadari mereka (termasuk saya) malah melakukannya. Ya, melanggar peraturan. Bahkan saya kira sudah jadi kebiasaan manusia atau orang Indonesia (totum pro parte) untuk bermain nakal dengan peraturan. Semakin dilarang, semakin ngeyel.

dilarang_e

Salah satu pengalaman yang nyata saya rasakan adalah saat mengunjungi Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah di Kota Tua, Jakarta akhir pekan kemarin. Saya bersama seorang teman masuk dari museum satu ke museum lainnya dengan kegiatan hampir sama: mengamati benda koleksi dan foto-foto. Hal itu juga saya lakukan di Museum Sejarah Jakarta, sampai ketika saya naik ke lantai dua dan melihat peringatan larangan mengambil foto.

Loh? Enggak boleh toh ngambil gambar di sana? Tapi kok hampir semua pengunjung tetap mengambil gambar dan mengabaikan aturan itu (termasuk saya :D). Kalau saya sih niatnya cuma untuk mengabadikan ilmu-ilmu yang ada di sana aja, tanpa ada niat buruk *klise*. Halah! Saat itulah saya sadar kalau saya (dan yang lainnya) ternyata orang yang ngeyel dan juga mengabaikan larangan, padahal peraturan itu sudah ditempel di beberapa tempat yang dapat terlihat mata dengan jelas.

Hmm… atau jangan-jangan emang sifat dasarnya manusia kali ya, penasaran. Jadi ya mereka (dan saya) tetap saja melakukan hal-hal yang dilarang itu. Alhasil jadinya seperti saat ini, macet dimana-mana gara-gara enggak ada yang mau nurutin lampu warna merah yang seharusnya menjadi tanda semua kendaraan harus berhenti. Jadi, kayanya larangan seperti itu memang tidak mempan bagi para manusia ‘ngeyel’ bahkan malah semakin meningkatkan hormon rasa penasaran yang terkandung dalam hayat.

Nah, karena itu juga sekarang banyak yang mulai menanggalkan kalimat larangan dan menggantinya dengan kalimat apresiasi, yang kemudian bisa mengarahkan pembaca agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang. Misalnya dengan kalimat “Terima kasih Anda tidak merokok di ruangan ini” atau “Terima kasih Anda tidak membuang sampah di jalan” dan lain-lain.

 

Sekarang, bagaimana dengan Anda? Masih mengaku tidak melanggar aturan dan larangan? Yakin? Kalau yakin, seharusnya Anda juga tidak berada di sini dan membaca tulisan ‘sampah’ saya sampai akhir, karena sudah saya peringatkan agar Anda tidak membaca tulisan ini dari awal, iya kan? :p

11 komentar

  1. blogger kurang keren dilarang komentar di blog ini🙂

    1. hahahaha… :))
      wah berarti dirimu ngerasa keren ya Yos :p

  2. yang namanya aturan kan ada larangan kalau gak ada aturan yah gak ada larangan #halah😀

    kota tua itu kayak alun-alun kalau di daerah ane

    salam kenal blogger😀

    1. loh, malah mbulet gitu. haha
      oke, salam kenal juga Ahmad Faza, asal Madura ya?

      1. asal mana aja boleh mbak
        yang penting hepi😀

        salam

  3. meski dilarang..tapi aku malah penasaran, jadi tetap baca jg.

  4. mysukmana · · Balas

    kata kata larangannya pedes deh….kapan indonesia kayak negara maju yak??

  5. knapa malah tak baca ya

    1. wkakakakakkk.. kena deh :p

  6. owalah saya penasaran banget dengan artikelnyaaa
    karena ada larangan
    eh ternyata larangan itu di langgarrrr
    mantapppppp
    i like
    Mampir y mbak
    http://komputer-t.blogspot.com/
    ditunggu kedatangannyaa

  7. quinque · · Balas

    saya belum baca artikelnya. langsung aja baca komentar agan agan…
    yang penting udah kunjungan.

    maaarii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: