Jersey Bola: Fanatisme atau Sekadar Gaya?

bahanblog

source: kaskus.co.id

Sepakbola merupakan olahraga dengan basis fans terbesar dunia. Hal itu bisa dilihat dari euforia saat perhelatan kompetisi dari skala dunia ataupun sekadar kompetisi antarkampung.

Semua orang suka sepakbola, mau itu om-om, berondong, cewek atau cowok, ataupun orang-orang yang tidak masuk kategori mana pun. Alasan suka sepakbola juga bermacam-macam, mulai dari pemainnya yang ganteng-ganteng sampai nasionalisme untuk mendukung timnas.

Demam bola itu sudah saya rasakan sejak duduk di bangku SD, saat itu saya diperkenalkan olahraga itu oleh bapak saya. Dia selalu membangunkan saya untuk menonton Piala Dunia 1998. Sejak saat itu, saya mengaku suka sepak bola.

Sampai beberapa waktu lalu, rasa bangga dan fanatisme selalu muncul ketika mengenakan jersey atau kaos seragam tim sepakbola idola, misalnya saya punya jersey timnas Jerman dan Manchester United. Tapi, perasaan itu tiba-tiba jadi jungkir balik ketika saya mendapati kenyataan pandangan orang lain mengenai pengguna jersey bola.

Saat itu, saya sedang mengantre untuk menaiki salah satu wahana permainan di dunia fantasi. Kebetulan dari belasan orang yang sedang mendapatkan giliran naik wahana itu di antaranya ada dua perempuan yang mengenakan jersey Barcelona FC dan Real Madrid FC. Saya sih biasa saja melihat pemandangan itu, toh kadang-kadang saya juga menggunakan jersey kepunyaan saya untuk jalan-jalan.

Tapi, secara tak sengaja saya menguping pembicaraan sepasan muda-mudi yang berdiri di belakang saya.

Mudi: “Itu maksudnya apa sih banyak orang yang kemana-mana pakai baju bola?”

Muda: “Gak punya baju lain mungkin ya…”

Mudi: “Lagian apa mereka bener-bener suka sama bola atau cuma gaya-gayaan aja ya pake baju bola gitu?”

Muda: “Halah, palingan kalau ditanyain nama-nama pemain bola aja mereka gak bakalan tahu. Kalau enggak ya biasanya mereka ikut-ikutan pacarnya aja.”

Rasanya jleb banget deh denger percakapan itu, untungnya saat itu saya sedang tidak memakai jersey club favorit saya. Ternyata, orang-orang tak selalu menaruh respect, yang ada mereka malah ‘terganggu’ dengan penampakan orang-orang berjersey bola.

Sebenarnya saya juga sempat merasa risih, karena sekarang dengan mudah bisa saya temukan orang lalu lalang mengenakan jersey, mau itu ke pasar, mall, naik angkot atau naik taksi. Sepertinya jersey sudah menjadi pakaian yang-bisa-dipakai-kemana-saja-dan-kapan-saja. Bahkan saya sempat mengira ada hari-pakai-jersey-nasional, gara-gara dalam satu hari saya bisa melihat puluhan orang mengenakan jersey. Rasanya jadi tidak ada eksklusifisme seperti dulu lagi.

Setelah itu, saya jadi berpikir dua kali untuk mengenakan jersey bola. Misalnya ketika sedang menulis ini, sebenarnya saya sedang mengenakan jersey Manchester United saya yang sekarang lebih banyak digunakan untuk tidur.😀

So, bagaimana sih menurut teman-teman dengan fenomena jersey bola yang jadi pakaian yang-bisa-dipakai-kemana-saja-dan-kapan-saja? Masihkah ada fanatisme atau memang sekadar gaya-gayaan saja ben ketok sangar?

bahanblogi

source: shorelinesgallerypoulsbo.com

11 komentar

  1. lupa kapan terakhir pake jersey..😀

  2. aduchh beli jersey mahal ..hiiihihihi

    1. lah itu avatarnya juga pake jersey :p

      1. itu pinjam haha P

  3. salam kenal nenden🙂

    1. salam kenal juga🙂

  4. mysukmana · · Balas

    sekarang gak cuma yang suka bola ya kak tapi cewek2 juga😀 (saya suka tulisan2 anda di solopos )😀

    1. bener, sekarang yang banyak malah cewek2 tuh yang pake jersey bola.
      eh, makasih ‘pujian’-nya. masih perlu banyak belajar. (anyway, itu sudah jadi mantan instansi) hehehe😀

  5. aku ga punya tuh kaos jersey bola…haha,..salam kenal yaaa🙂

  6. Starting eleven PFC dan Daejeon Citizen sudah memasuki lapangan Purple Arena, julukan Daejeon World Cup Stadium. Citizen tampil dengan kostum home mereka jersey merah dan short putih. Sementara Paradise FC mengenakan kostum away, jersey baby blue dan short warna azzuri. Kapten Ini adalah pertarungan pertama K-league classic bagi dua manager klub baru, Kim In-wan dan Cha Seungwon. Kim Inwan sebenarnya merasa cemas melihat grafik pertandingan-pertandingan uji coba pramusim PFC. Apalagi laga terakhir melawan Jeju United. Kim Inwan menginstruksikan para pemain lawan untuk menempel ketat L-nino Kim Myungsoo. Juga para pemain tengah untuk mencegat gerakan Nichkhun si Thai Prince sang playmaker dan spesialis bola mati.

  7. Tiba-tiba saja segerombol orang-orang yang mengenakan jersey sekolah SMA, muncul, melewati lapangan tempat dimana Kagami—nama bocah berbadan besar itu—bermain basket.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: