A Farewell To Me

farewell (1)Baru satu pekan saya meninggalkan Kota Solo, tapi rasanya sudah bertahun-tahun. Mungkin karena rasa kehilangan yang teramat pada semua cerita dan kenangan di Ibu Kota Batik itu, membuat saya agak lebay dan hiperbolis.

Lagi pula masih terbayang bagaimana momen-momen perpisahan yang terpaksa harus saya alami ketika saya sudah memutuskan untuk hijrah setelah lebih dari lima tahun hidup di Solo, dan sekarang harus Bali Ndeso, Mbangun Ndeso atas permintaan orangtua di rumah.

Satu minggu yang lalu, saya berusaha untuk meninggalkan kesan yang baik kepada teman-teman yang telah mengiringi saya tumbuh dan berkembang di Solo. Saat itu saya hanya ingin membuat semacam ‘pertemuan terakhir’ sebelum dapat bertemu mereka kembali entah kapan. Tak kusangka, ternyata respons rekan-rekan kerja saya sangat baik. Semuanya rela meluangkan waktunya hanya untuk bertemu dengan saya :’).

Meskipun acaranya sederhana, tapi momen itu mampu menghadirkan tayangan ulang bagaimana saya bertemu dengan mereka pertama kali, bagaimana kami berinteraksi tiap hari. Betul-betul membuat saya menyimpulkan senyum dan bersyukur bisa mengenal mereka semua.

Ya, malam itu bisa membuat saya tersenyum sepanjang perjalanan kembali ke kos, apalagi saya mendapatkan kenang-kenangan dari dua rekan kerja sekaligus sahabat saya saat masih eksis di SOLOPOS, Dian dan Ika.

Satu hal lagi yang semakin membuat saya tidak rela meninggalkan rekan-rekan saya, ternyata ‘perpisahan’ malam hari itu belum selesai. Sore hari sebelum berangkat menuju kampung halaman, saya dikejutkan dengan surprise yang saya dapatkan di Terminal Kartasura.

Rekan-rekan wartawan kembali menyempatkan diri untuk bertemu dengan saya untuk sekadar mengucapkan sampai jumpa (saya tidak mau menyebutnya selamat tinggal). Mereka rela datang padahal sore itu mereka masih harus memenuhi tenggat berita dan mereka juga masih memberikan saya sebuah kejutan dengan memberikan saya bingkisan. Ah, so sweet banget sih mereka, belum lagi mereka menunggui saya hingga saya naik ke bus. Saat itu, PO bus yang saya naiki mendadak ramai.😀

Namun sayang, saat itu saya tidak bisa berpamitan secara langsung dengan semua rekan-rekan saya di Solo, tapi mudah-mudahan itu menjadi pertanda kalau saya bakal bertemu mereka kembali, juga berharap perpisahan kali ini hanya sementara dan saya akan kembali ke Solo🙂

Terima kasih kawans, terima kasih Solo untuk semua yang sudah saya dapatkan di sana, sampai jumpa lagi!

 

6 komentar

  1. Wah teteh nden pulang kampung ya? gak pamitan sama aku😥
    BTW semoga betah di daerah asal ya teh🙂

    1. hehe, iya. maaf gak semua dipamitin. tapi aku yakin koq kita bakal ketemu lagi. jadi gak masalah gak dipamitin. hehehe🙂

  2. Tina Latief · · Balas

    teh Nenden kampungnya di mana? tina pikir kalau emang di solonya loh..

    hiks, ini mengingatkan waktu aku pindah ke Jakarta, meninggalkan teman-teman sepermainan adalah hal yang sulit..
    selamat menempuh kehidupan baru, teh..

    1. hehehe, kampungku di Cianjur. Iyah, rasanya berat banget harus ninggalin teman-teman.
      Tapi pilihan sudah diambil dan itu sudah jadi risikonya. Sekarang tinggal berdoa supaya ini merupakan yang terbaik dan kita bakal dipertemukan lagi dengan teman-teman lagi🙂

  3. jarwadi · · Balas

    nden, jadi makin susah buat ketemu nden, kecuali ada peristiwa kebetulan dan keberuntungan yang mempertemukan lagi🙂

    semoga sukses mbangun desa ya

  4. berpisah itu emang berat.. saya tahu benar rasanya waktu harus pergi meninggalkan sebuah kenyamanan.. tapi semua soal waktu.. akhirnya kita akan menemukan kenyamanan baru yang mungkin tidak kalah indah ditempat sebelumnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: