Jodohku, Travelmate-ku

Sekali-kali bercerita tentang cinta sepertinya bukan masalah, kan? Kali ini saya cuma ingin berbagi tentang sesuatu yang sudah lama menggelayut di pikiran saya. Sebenarnya saya jadi malu sendiri kalau bercerita tentang hal ini, karena mungkin kesannya kekanak-kanakkan.😀

Bukan tidak mungkin, tiap orang memiliki kisah cinta impiannya. Mungkin ada yang bermimpi punya kisah cinta seperti putri tidur yang dihampiri pangeran tampan berkuda putih dan menciumnya, atau seperti kisah-kisah cinta tak terduga versi FTV?

Saya juga punya kisah cinta impian versi saya sendiri. Kadang saya berangan-angan punya kisah cinta yang unik. Seperti cinta yang terbentuk dalam sebuah perjalanan, atau kisah tentang pertemuan dengan jodoh yang awalnya merupakan travelmate. Secara gampangnya seperti kisah cinta di lagu ‘Antara Anyer dan Jakarta’.

Saya selalu takjub saat mendengar cerita tentang seseorang yang bertemu dengan suami/istrinya dalam sebuah perjalanan di moda transportasi apa pun. Dulu saya selalu berpikir, kok bisa ya sampai begitu, padahal kan itu orang yang sama sekali asing dan tidak dikenal. Apalagi siapa saja yang bakal duduk di samping kita itu random dengan peluang 1/miliaran jumlah manusia di dunia.

Makanya menurut saya itu sangat unik dan butuh keberanian ekstra kuat untuk memulai perbincangan dengan orang asing di samping kita. Apalagi untuk saya yang memang agak kesulitan untuk berinteraksi secara langsung dengan orang sekitar.

Tapi dari situ saya belajar, dalam sebuah perjalanan, saudara terdekat adalah orang yang duduk di samping kita. Kemungkinan besar dia merupakan orang yang pertama bisa dimintai pertolongan saat kita membutuhkan bantuan. Apalagi kenikmatan dan menyenangkan atau tidaknya sebuah perjalanan juga bisa dipengaruhi dari asyik tidak asyiknya travelmate yang didapatkan.

Untuk itu, setiap kali melakukan perjalanan yang cukup jauh, dalam hati kadang saya berdoa untuk mendapatkan travelmate cowok cakep yang enak diajak ngobrol. Ya, siapa tahu saja dia bisa jadi jodoh, kan?😀 Tapi sayang, sejak dulu sampai sekarang saya belum kesampaian bisa duduk bersebelahan dengan cowok ganteng yang interaktif. Sampai saat menulis ini juga, saya sedang melakukan perjalanan dari Solo-Jakarta dan travelmate saya merupakan bapak-bapak berwajah masam😦.

Ah, tapi tak masalah, sekarang saya berusaha untuk menjadi seorang travelmate yang menyenangkan, dan itu memang membutuhkan usaha keras, apalagi biasanya saya lebih memilih untuk tidur daripada mengobrol. Siapa tahu nanti, dalam sebuah perjalanan entah dari mana ke mana saya benar-benar bisa menemukan jodoh saya di sana.😀

So, seperti apa sih kisah cinta impian kalian?

8 komentar

  1. kalau aku, dibalik aja deh,,.
    travelmateku, jodohku,. hehhee.. Amiin

  2. wah………….
    met berjuang………..

  3. ia, yang namanya jodoh itu bisa bertemu dimana saja, bisa diawali darimana saja.

  4. Makasih atas infonya sangat kreatif dan inspiratif. Salam kenal.

  5. hahaha… ttravelmate-ku wingi bule… malah moco komic bareng😀

  6. Sebenarnya tidak harus saat naik kendaraan. Bisa di mana saja. Kuncinya terbuka… meski tidak harus murahan. Karena itu sapa dulu, atau kalau disapa ya dibalas. Meski bukan jodoh, siapa tahu jadi networking. Lagian siapa tahu bukan dia langsung tapi ada hubungannya dengan dia: temannya, anaknya, pamannya, keponakannya dll. Jadi ramah dan menyenangkan kalau bertemu orang lain. Betul nggak?

    1. betul pake banget!😀

  7. […] Oh ya, omong-omong masalah travelmate, saya jadi inget tulisan saya dua tahun lalu. Saat itu (dan sampai saat ini) saya berharap bisa mendapatkan jodoh saat melakukan traveling Silakan buat yang iseng dan ga ada kerjaan bisa mampir juga ke tulisan ini: Jodohku, Travelmate-ku. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: