Selamat Ulang Tahun, Pak.

Mungkin saya harus bersyukur karena ada momen 7 Februari 1965. Pasalnya saat itu, pria yang saya idolakan lahir, dan hari ini meskipun dia sudah tidak ada, saya tetap bersyukur karena dia sudah pernah dilahirkan ke dunia dan menjadi pahlawanku.
Meskipun saya hanya mengenal sosok bapak tak lebih dari 15 tahun, tapi selama itu saya bisa menyimpulkan kalau bapak merupakan sosok pria yang ideal. Tokoh yang menurutku cerdas dan memiliki dedikasi pada keluarga dan masyarakat. Bapak tak hanya bertanggungjawab untuk keluarganya, tapi dia juga selalu berusaha agar hidupnya bermanfaat bagi orang lain.
Saya tahu bapak aktif di berbagai kegiatan di masyarakat, berangkat dari jaringannya yang luas, bapak bisa berkiprah di banyak tempat. Hal itulah yang selama ini saya coba ikuti. Bapak memiliki banyak teman baik, maka saya juga berusaha untuk memiliki banyak teman.
Seringkali bapak memberi saya nasehat tentang banyak teman banyak rezeki, mempererat tali silaturahmi juga mendatangkan banyak berkah. Makanya bapak pasti mengunjungi temannya ketika dia datang ke satu daerah. Pengalaman bapak juga banyak, hal itu tercermin dari cara berpikirnya yang demokratis dan wawasannya yang luas.
Bapak sama sekali tidak pernah memaksa saya untuk memilih apa yang menjadi pilihannya, semua hal diserahkan pada saya. Karena bapak bermaksud mendidik saya untuk mandiri dan bertanggungjawab dengan apa yang saya pilih.
Itu juga yang membuat saya harus banyak bersyukur. Saya beruntung dilahirkan di keluarga yang sangat demokratis. Pilihan semuanya dipercayakan pada saya. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan saya selama ini, bisa dipastikan lebih dari 80% merupakan pilihan saya, sisanya merupakan implikasi dari pilihan lainnya serta takdir yang sudah ditentukan Tuhan. Bapak dan mamah saya hanya berperan sebagai pengawas yang tak pernah lelah mengingatkan jika saya memang sudah keluar batas. Selain itu, semuanya terserah aturan main saja. “Yang penting tanggung jawab,” tegas mereka.

Aih bapak, semua kenangan yang pernah kita lewati, semuanya kembali berkelebat di pikiran saya. Ya, saya merindukanmu. Lalu bapak, apa kabarmu?

One comment

  1. […] SELAMAT ULANG TAHUN, PAK. (Februari 7, 2013) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: