Solo Tanpa Bayangan

Fenomena unik terjadi di daerah Solo dan sekitarnya Sabtu (13/10/2012). Dalam beberapa menit, antara pukul 11.20 WIB-11.25 WIB, Solo nyaris tanpa bayangan. Hal itu karena matahari tepat berada di atas garis lintang selatan 7,33 derajat yang melintasi Kota Solo. Fenomena itu disebut dengan transit utama matahari, atau istilah lainnya adalah Istiwak Soloraya. Fenomena itu terjadi dua kali dalam satu tahun. Setelah 13 Oktober 2012, transit utama matahari akan kembali terjadi pada 1 Maret 2013.

Untuk mengamati fenomena itu, alat-alat pembantu pengamatan berupa meja kayu berlubang kecil, alat semacam kompas yang menunjukkan arah mata angin, waterpass dan spidol disiapkan. Alat-alat itu disusun dengan menempatkan penunjuk arah di bawah meja berlubang, spidol didirikan di permukaan meja yang dipastikan datar dengan waterpass. Semuanya diatur di bawah hamparan sinar matahari.

Ketika pertama kali disusun, bisa dilihat bayangan spidol masih terlihat jatuh di sebelah barat, sinar matahari yang masuk dari lubang dan jatuh di atas alat penunjuk arah pun terlihat berada di garis penunjuk arah barat. Lama-lama dengan perlahan, bayangan dan sinar matahari itu bergerak mendekati spidol dan titik tengah alat penunjuk arah.

Puncak fenomena transit utama matahari itu bisa dilihat pada pukul 11.23 WIB, ditandai dengan hilangnya bayangan di bawah spidol. Selain itu, sinar matahari yang melewati lubang jatuh tepat di tengah-tengah alat penunjuk arah yang dipasang di bawah meja. Pada saat itulah, matahari tepat berada di atas Kota Solo. “Fenomena ini sama seperti saat matahari melewati garis khatulistiwa, tetapi saat ini waktunya disesuaikan dengan garis lintang yang melewati Solo,” jelas AR Sugeng Riyadi, Pembina Club Astronomi PPMI Assalam.

Pengamatan dan fenomena seperti ini bisa dimanfaatkan untuk menentukan arah mata angin, karena dengan posisi matahari tepat di tengah-tengah, maka ke empat arah mata angin terbagi rata. Selain itu, dengan mengamati pergerakan matahari, waktu salat bisa ditentukan. Misalnya waktu salat dzuhur adalah saat matahari condong ke timur, kalau sebelum condong sudah adzan, berarti itu tidak tepat waktunya.

Jadi, siap-siap tahun depan persiapkan alatnya dan jangan sampai kelewatan mengamati Solo tanpa bayangan.🙂

4 komentar

  1. aku malah ora ngerti ada fenomena kayak gini
    jogja kapan ya???

  2. Kalo terjadi dua kali dalam tahun yg berbeda, meski berturut-turut, aku lebih suka bilang, dua kali dalam 365 hari. Karena gak disebut tanggal yg lain dalam 2012.
    Peristiwa begitu juga terjadi di daerah2 lain di sekitar khatulistiwa, komunitas2 astronomi berbasis agama islam memang biasa pake momen itu utk menentukan kiblat.

  3. itu mbaknya kok malah ada bayangannya ya?😀

  4. Demikian halnya Ka’bah yang berada pada koordinat 21,4° LU dan 39,8° BT dalam setahun juga akan mengalami 2 kali peristiwa Istiwa A’dhom yaitu setiap tanggal 28 Mei sekitar pukul 12.18 waktu setempat dan 16 Juli sekitar pukul 12.27 waktu setempat. Jika waktu tersebut dikonversi maka di Indonesia peristiwanya terjadi pada 28 Mei pukul 16.18 WIB dan 16 Juli pukul 16.27 WIB. Dengan adanya peristiwa Matahari tepat di atas Ka’bah tersebut maka umat Islam yang berada jauh dan berbeda waktu tidak lebih dari 5 atau 6 jam dapat menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan Matahari….Konsep mengukur arah kiblat ini sangat sederhana. Pada tanggal 16 Juli 2010 pukul 16:27 WIB, matahari tepat berada di atas Ka’bah. Maka Posisi Matahari adalah Arah Kiblat, dan Bayangan Matahari adalah Arah Kiblat…Konsepnya sederhana!Konsep mengukur arah kiblat ini sangat sederhana.1. Saat Matahari di atas Ka’bah maka semua bayangan benda tegak akan mengarah ke Ka’bah.2. Pada tanggal 28 Mei 2010 pukul 16:18 WIB dan 16 Juli 2010 pukul 16:27 WIB, Matahari tepat berada di atas Ka’bah3. Posisi Matahari = Arah Kiblat4. Bayangan Matahari = Arah KiblatInilah cara menera (mengukur) arah Qiblat dengan tepat:1. Penentuan arah kiblat menggunakan fenomena Istiwa A’dhom hanya berlaku untuk tempat-tempat yang pada saat peristiwa itu terjadi (tanggal 16 Juli 2010 pukul 16:27 WIB), dapat melihat matahari secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: