Menjadi Bangsawan dengan Kereta Kencana

pict: solopos.com

Siapa yang tak kenal dengan kereta kuda Cinderella yang masyhur, yang akan berubah menjadi labu setelah lewat pukul 12 malam? Atau kereta kencana yang dipakai arak-arakan The Royal Wedding Kerajaan Inggris dulu? Nah, untuk memiliki kereta kencana itu, kita tak perlu jadi Cinderella atau jadi keturunan kerajaan dulu, tapi cukup datang saja ke Desa Sraten, Gatak, Sukoharjo, hanya saja kereta kuda yang ini tidak bisa berubah jadi labu.

Juwandi, 75, adalah pengrajin alat transportasi darat yang telah menekuni industri ini sejak 1965. Pria yang dihadiahi gelar kehormatan Mas Ngabehi (Mng) dari Keraton Solo ini memproduksi kereta kuda atau kereta kencana, dan telah memasarkannya sampai ke luar negeri. “Saya selama ini sudah bikin seratusan kereta dan dikirim kemana-mana, misalnya Jepang dan Amerika,” jelasnya ketika ditemui  di sela-sela kegiatannya. Selain menerima pesanan dari luar negeri, Juwandi juga sering mendapatkan pesanan dari dalam negeri, “itu yang sedang saya buat sekarang, pesanan dari Lombok,” jelasnya.

Kereta kencana andalan Juwandi ini dibuatnya tidak sembarangan. Juwandi hanya membuat kereta dengan bahan-bahan kualitas nomor wahid, untuk itu Juwandi sengaja mendatangkan kayu jati dari Blora. Untuk pembuatan satu buah kereta kencana, dengan jumlah pegawai 10-12 orang, dibutuhkan waktu dua setengah bulan. “Dulu waktu buat sendiri, satu buah kereta itu butuh waktu satu tahun, tapi itu kelamaan, banyak pesanan yang enggak jadi” kenang Juwandi. Kalau pesanan yang datang banyak, maka Juwandi akan memanggil lebih banyak orang, “untuk pembuatan satu buah kereta dalam waktu sebulan, butuh 20an orang.”

Selain mendapatkan ilmu dari orang tuanya yang dulu juga memproduksi kereta dagang dan bendi, Juwandi mengaku kalau mendapatkan inspirasi membuat kereta kencana itu dari Keraton Solo, “Dulu saya main ke Keraton Solo, saya lihat kereta kencananya, terus saya ingat-ingat bentuk dan ukirannya,” jelasnya.

Dalam satu tahun, Juwandi bisa menerima pesanan 4 sampai 5 kereta kencana. Satu kereta kencana dibanderol sekitar Rp50-75 juta, tergantung model dan kerumitannya. “Model kereta bisa dibuat sesuai kebutuhan, pelanggan cukup menunjukkan foto atau gambarnya saja,” ujar pria yang memiliki dua cucu ini. Kereta Kencana biasanya berdimensi sekitar 3,7 m x 1,7 m x 2,5 m. Untuk usaha industri kerajinannya ini, Juwandi memiliki izin usaha dengan nama Usaha Dagang Kereta Salak Mekar, sejak tahun 2001.

Jadi, untuk yang ingin memiliki dan merasakan apa yang dirasakan Cinderella atau pasangan Kate-William ketika menaiki kereta kuda, bisa langsung datang menemui Pak Juwandi yang ramah ini dan memesan kereta kencana andalannya.

4 komentar

  1. jarwadi · · Balas

    Kalau menyewa buat keliling2 kota solo seharian, tarifnya berapa? Kamu bisa jadi kusirnya kan? Hehehe

  2. huaaaa. tapi mahal euy harganya.. hehehee….
    sebanding sama kerja keras buat bikinnya
    tapi kalau saya sih lebih milih nabung buat beli mobil

  3. klasik bang, sekarang zamannya bangsawan pake mer-c🙂

  4. Ir.H.Aris Perkus · · Balas

    mas juwandi ini dari pak H .aris , mau tanya ada berapa model dan ukuran ; Kereta kencananya….? boleh saya request no HP yg bisa dihubungi ? boleh call ke sy di no . 08170888444, ataow pin BB ; 28C82D18..sy minat serius…ya mas. segera khabarin saya …terima kasih …email juga boleh mksih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: