My Beloved: Sandal Gunung

Dipostingan kali ini, saya cuma pengen curhat saja.. karena beberapa waktu yang lalu saya dilanda kesedihan, yang dikarenakan salah satu barang yang paling sayangi mendadak lenyap..😥

Barang itu adalah sandal gunung merk EIGER yang sudah saya miliki kurang lebih 3 tahunan. Sandal tersebut sudah menemani saya kemana-mana, dan setia pada setiap kesempatan. Hampir di setiap kegiatan, saya selalu menggunakan sendal tersbut, dan yang pasti sendal tersebut ikut mengantarkan saya pada pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan.

Beberapa pengalaman yang saya lewati bersama sendal tersebut antara lain:

– Puncak Gunung Lawu,

Mbolang 3 hari di Kediri,

– Pantai di Rembang dan Jogja,

– ASEAN Blogger Conference di Bali,

– Jalan-jalan di Bandung,

dan masih banyak tempat lainnya.

Foto sandalku (kanan) yang sempat diabadikan Frenavit di ABC Bali.

Foto di atas adalah salah satu momen pertemuan antara pecinta sandal gunung se-ASEAN (ngarang), atas: Sandal Annosmile, kiri: Sandal Frenavit, bawah: Sandal Dafhy, dan kiri: Sandal saya sendiri.🙂

Beberapa alasan kenapa saya senang menggunakan sendal gunung adalah karena fleksibilitasnya. Sandal tersebut cocok dipadupadankan dengan semua busana, baik itu celana jeans, rok, bahkan gamis (setidaknya menurut saya). Jadi kita nggak usah repot mikirin alas kaki lagi.

Kronologi Hilangnya Sandal

Saya tak habis pikir tentang kronologi hilangnya sandal tercinta tersebut. Pada waktu itu, Minggu (26/12) sore kebetulan saya baru pulang jalan-jalan dari rumah mbahnya Agus Wibisono di Sragen, dan sendal saya masih setia menemani. Kemudian saya langsung menuju kampus untuk mengikuti Musyawarah Kerja (Musyker) LPM Pabelan, seperti biasa Musyker itu biasanya berlangsung sampai dini hari, dan hal tersebut menyebabkan saya tidak pulang ke kos-kosan, sehingga saya memutuskan untuk tidur di kantor LPM Pabelan. Sampai disini, saya masih menggunakan sandal tercinta saya.

Kemudian kira-kira pukul 02.00 WIB banyak orang yang mampir dulu ke kantor, tetapi yang memutuskan tidur hanya beberapa orang saja. Seperti biasanya juga, sendal dan sepatu ditaruh di luar kantor, sedangkan pintu di kunci dari dalam. Keesokan paginya, ketika akan pulang ke kos sekitar pukul 07.30 WIB (kebetulan yang tersisa tinggal 3 orang – yang lainnya sudah pulang duluan), sandal di depan pintu ada 3 pasang, 2 sandal cewek milik teman saya, dan satu lagi sepasang sendal butut model bapak-bapak. Sontak saya kaget ketika menyadari sendal kesayangan saya raib begitu saja, dengan sedikit shock saya mulai mencari-cari di sekitar kantor, karena biasanya ada yang iseng menyembunyikan sandal. Tapi setelah dicari-cari dengan seksama, sendal saya tetap tidak ketemu, dan terpaksa saya pulang dengan menggunakan sendal butut yang tersisa tadi.

Sejak kejadian itulah, saya merasa sangat kehilangan sekali, dan masih belum bisa mengikhlaskan kepergian sendalku tercinta, dan sebenarnya sampai saat ini saya masih berharap sendal saya bisa kembali lagi, karena mungkin siapa tau sendal saya itu dipinjam oleh teman saya (tapi lupa gak dikembalikan).

Setelah sepeninggalnya sendal tersebut, akhirnya saya harus bersahabat (lagi) dengan sneaker. Ya, selain sandal gunung, alas kaki favorit saya memang sneaker itu, dan sekarang saya sedang bersahabat dengannya.. (*jadi inget mbak Nike deh)

Sneaker dan Rok Batik

Di akhir tulisan ini, saya coba hadirkan beberapa momen antara saya dan sendal gunung tercinta yang sempat diabadikan..

I MISS YOU MY SANDAL…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

8 komentar

  1. Semoga saja bisa cepet ketemu pengganti sendal setianya mbak,
    yach memang kenangan memang sulit untuk dilupakan🙂

  2. salm kenal bloger yah….🙂

  3. Yuk, tak anterin beli yang baru…. hohoho….

  4. Nah tuh, sudah mau dibeliin sama Hendri, hehehe

  5. sabar yaaah…. doakan saja semoga sendal itu jauh lebih bermanfaat ditangan pemiliknya yang baru🙂

  6. aku juga ganti sendal nden.yg di foto atas itu rusak parah.entah mengapa😥

  7. baru nyadar sandalnya diposting disini #doh

  8. kalau sekarang saya lebih suka sandal jepitan.. ke mana-mana sandal jepit.hahaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: