Tahun Baru dan Kematian

Euforia pergantian tahun baru selalu dirayakan secara meriah di seluruh penjuru dunia, dari timur ke barat, semuanya tanpa kecuali. Semuanya bersorak gembira dan bahagia seakan hari-hari akan terus datang kepada mereka.

Saya bukan orang yang ‘anti’ terhadap selebrasi tahun baru, tapi tidak juga mendukung terhadap pesta yang terlalu berlebih. Karena menurut saya, pergantian tahun itu tak lebih seperti pergantian hari biasa, cuma bedanya ini akan membuat kita mengganti kalender tahunan, itu saja.

Di awal tahun ini, saya malah dikejutkan oleh dua kabar duka berturut-turut, yang pertama adalah meninggalnya mbah adek kosku, karena sakit. untuk kasus ini mungkin sebagian orang akan ‘maklum’ karena beliau sudah sepuh dan sakit-sakitan. Tapi untuk kasus kedua, kabar duka datang dari mahasiswa yang aku ajar, baru saja pagi harinya saya ngrasani dia, dan siangnya saya malah dapat kabar kalau mahasiswa Fakultas Hukum semester 1 ini telah meninggal dunia, ya umur tak ada yang tau, dan kematian adalah misteri terbesar di dunia ini.

Saya jadi berpikir tentang masalah hidup dan mati. Apakah saya sudah siap ketika tiba-tiba malaikat Izrail sudah sampai ke urutan nama saya di daftarnya? Memang sebaiknya di tiap awal tahun itu ada resolusi yang jelas tentang penambahan ‘bekal’ untuk di akhirat, supaya kita siap untuk menyambut Izrail kapan pun dia akan datang menyambut kita.

Entah kenapa, semenjak menyaksikan film Hapalan Salat Delisa, saya terus memikirkan masalah kematian, sampai sekarang. Apalagi sekarang 2012, yang banyak digadang-gadangkan sebagai tahun terakhir sebelum kiamat (menurut perhitungan suku Maya).  Saya tidak takut mati sebenarnya, saya hanya merasa belum mempersiapkan apa-apa untuk ‘bertemu Tuhan’ nanti.

Ya, semoga dengan pergantian tahun ini,  penambahan usia, serta jatah umur yang semakin berkurang, maka perspektif terhadap kematian akan berubah, kematian tidak menjadi momok yang menakutkan, tetapi seharusnya menjadi motivasi agar kita bisa bebuat yang terbaik untuk menjalani kehidupan ini.

Selamat menempuh tahun baru! Semoga semuanya lebih baik :)

About these ads

16 komentar

  1. Mengamini doanya, selamat Tahun baru juga yaa Nenden. semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. turut berduka cita juga untuk Alm.

  2. Kiamat dan kematian itu pasti datang.. itu hal yang harus kita yakini. Pertanyaannya adalah bekal apa yang sudah kita siapkan ketika hari itu tiba ?

  3. weh langka nih…
    nenden update blog fresh…
    met taon baru ya nduk…

  4. aih…. nisa…. judul postingnya serem banget. Selamat tahun baru untuk Nissa dan keluarga.

    Dukung endipiran blog dalam kontes SEO Ultrabook Notebook Tibis Harga Murah Terbaik dan Sekolah Manajemen Perhotelan IHS

  5. ikutan nimbrung di blognya mbak Nurannisa, salam kenal mbak ditunggu kunjungan balinya ya………

  6. Tina Latief · · Balas

    turut berduka cita…
    tapi yang saya khawatirkan lagi jika semangat bloger2 kali ini tumbang gara-gara sakit di awal tahun, pasalnya saya sudah merasakan bersin2 hebat dan keringat dingin hihhihi…semoga tetap bisa nulis bareng temen2…thanks ya sudah mampir…silakan mampir ke Bus Trans http://ascomycotina.wordpress.com/2012/01/03/this-is-a-test-broadcast-message/

  7. Mati itu pasti, tinggal kita yg harus rajin2 nyari bekal buat menyongsongnya..

  8. jarwadi · · Balas

    Panjang umur nden, tahun ini mudah mudahan bisa foto2 bareng lagi *dijitak sama Hendri* :))

    1. wah…….hendri mana hendri.

  9. kematian itu keniscayaan. datangnya kapan itu yg kita tak pernah tahu. selamat tahun baru. :)

  10. aku ga bisa komen lain.. masih teringat kemaren denger tiga kabar orang tua teman2 saya meninggal :(

  11. met tahun baru
    semangat terus y
    salam hangat dari blue

  12. met tahun baru yaa
    n met jadi teman baru :D
    salam blogger :D/

  13. iya benar sekali
    kematian adalah hal yang kalo bisa terus dihindari
    itulah kenapa bila sakit kita mesti berobat
    kita pun sama sekali tidak boleh untuk bunuh diri
    apa pun alasannya
    tapi, kematian adalah kepastian
    cuma kita tidak tahu kapan datangnya
    duh, duhai jiwa, sudahkah bersiap berbekal pulang…

  14. serahkan semua pada Yang Maha Kuasa…kita cuma bisa pasrah…

  15. saya juga kurang sreg dengen selebrasi pergantian taun baru di Indonesia yg saya pikir terkadang berlebihan :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.860 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: