Jedag-jedug Bareng Drummer

Setelah 3 hari melakukan perjalanan Solo – Jakarta – Bali – Jakarta – Solo dalam rangka #ABCBali, akhirnya saya harus kembali melakukan rutinitas di Kota Solo tercinta. Dan ‘kesibukan’ pertama yang harus dilakukan adalah menepati janji untuk meneruskan proyek musik dengan seorang Drummer galau.

Ya, proyek musik. Ini sebuah tantangan baru bagi saya, karena sebelumnya saya belum pernah nyemplung ke dunia musik, maklum saya dilahirkan bukan di keluarga seni, paling pol juga ke seni rupa (kan alm bapak dulu guru seni rupa). Nah, dari sini lah ‘masalah’ mulai terjadi. Saya cukup mumet untuk mengikuti ritme rekan saya itu, jadinya selama melakukan proyek ini saya harus bekerja cukup keras.

Dimas R Prinanda

Sebelum lanjut, biar afdol saya kenalin dulu nih tersangka yang nyeret-nyeret saya masuk ke proyeknya. Namanya Dimas Ridwan Prinanda, dia member Indonesian Drummers, katanya sih alirannya Jazz, makanya dia pake drum yang merk-nya Pearl, selain itu dia pernah dinobatin jadi Best Drummer se Jawa Barat waktu dia SMP. Si Dimas ini blasteran Cirebon-Solo, karena ada darah Sundanya makanya dia bisa ngeklik dengan saya. Ya, kalau mau tau lebih jelas, bisa deh cek TL twitternya di @DimmerJazz, dan buktikan kalau dia Drummer Galau (seperti yang saya bilang sebelumnya. hehe piss Dim! ^^,v)

Okay, kembali ke masalah proyek musik itu. Jadi, saya disini bertugas untuk bantu Dimas, bikin lagu medley yang akan di kirim ke Jakarta, entah untuk apa sebenarnya, yang pasti dia bilang bakal dia bawakan pas dia perform disana. Kongkritnya saya diminta untuk pegang software audio editor, untuk cut dan mixing lagu. Karena saya pikir hal tersebut ‘mudah’, makanya saya terima saja tugas itu.

Jadi, pada proyek medley ini saya harus menggabungkan 17 lagu. Awalnya sih gampang, cuman motong dan tempel, tapi lama kelamaan semuanya mulai rumit ketika ketukan dan tempo potongan lagu itu harus pas. Dan semuanya harus PERFEK. Semuanya makin membingungkan ketika Dimas mulai mengeluarkan istilah-istilah asingnya.

Sampai hari ke tiga kemarin (rata-rata sehari menghabiskan waktu sampai 6 jam), 17 lagu tersebut belum sepenuhnya selesai, yang sudah di mix baru 13 lagu-an, masih sisa 4 lagu, belum lagi ditambah ide medley baru yang udah di kepalanya. -_-”

Oh ya, dalam proses editing lagu ini, pertama saya pakai free software Audacity, software ini bertahan sampai lagu ke 5 (di hari pertama), dan selanjutnya diputuskan untuk mencari software baru, karena Audacity dianggap kurang fleksibel. Kemudian untuk selanjutnya kami memakai sofware Cool Edit Pro 2.1 (Trial Version), nah kalau pakai ini sudah lumayan enak, karena ada fitur Multi Track-nya. Karena saya masih awam menggunakan software audio editor ini, makanya saya pakai yang mudah-mudah saja, meskipun (mungkin) sebenarnya Audacity itu lebih powerfull.

Audacity

Yah, sepertinya kerjasama saya dengan Drummer Galau ini masih akan berjalan lama, dan mudah-mudahan dari proyek tak biasa ini saya bisa belajar sesuatu yang baru. Meskipun ternyata kerja dalam dunia yang bukan dunianya itu lumayan berat dan bisa bikin STRESS.🙂

Untung lo drummer dim! coba deh kalo bukan. >_<

Ah iya, gara-gara sekarang gaulnya sama drummer, saya malah jadi kepikiran. Kan adanya Vokalis, Bassis, Gitaris, Pianis, koq yang main drum bukan drummis ya?😀

@DimmerJazz: Karna drum yang paling berbeda diantara yang lain 

—– update

wahh ternyata tuh bocah ada disini : >> http://www.sixteenhole.com/profile/TheART <<

21 komentar

  1. hahaha, kurang enang didenger kalau drummis.

  2. wiih proyek musik..😀

  3. Pengen coba ngedrum, tapi nggak punya drum. Hanya bisa dengerin aja, hehehehe. Salam kenal dari saya dan jangan lupa untuk sekedar berkunjung.

  4. genksukasuka · · Balas

    wehh mantap euy dapet proyek sepulang dari bali haha

    senang melihat komentar anda di blog saya🙂

  5. wah sis, kayaknya banyak job nih. congratulation ya sis. salam kenal dari endipiran blog. ditunggu kunjungan baliknya

  6. kalo saya alat band, satupun ngga ada yang bisa sy mainkan….mungkin “jabatan” saya masuknya di vokalis sob…!

  7. sepertinya menyenangkan ya kerjanya? sukses selalu!

  8. jadi sound engineering aja nden.. katanya gajinya gede lho.. tapi harus lulusan sekolah musik. hehehe..

    selain audacity, cool edit pro, pake saja nuendo, cubic dll.. tapi versi berbayar..

  9. aksi maenin stik drumnya keren iia klu di ambil gambarnya kek gitu🙂 mantep!!!

  10. wah, mbak bisa nabuh drum jugakah?
    kalau saya cuma bisa nabuh drum. hehe

  11. asiikk dapat proyek,,,
    pasti menyenangkan kalau proyek di dunia musik..😀

    semangaat,, semoga lancar jaya.

  12. Wahh.. semoga sukses deh proyeknya..🙂

  13. widih keren mbak. gak bisa musik tapi ngedit. susah banget lho ngedit, musik lagi.

    *salam kenal dari blogger galau*

  14. pernah pake audacity tapi tetep enjoy pake cool edit pro teh🙂

  15. dulu sempat tertarik jadi drummer,tapi emang gak bakat saya tinggalkan milih jadi striker aja

  16. Wow, saya salut lho ama drummer. Saya merasa, main drum itu butuh kerja sama apik antara tangan dan kaki. Saya pernah nyoba dulu waktu SMP, dan ternyata gak gampang menyatukan tempo dan irama antara gebukan tangan dan kaki.:mrgreen:

    Dan ternyataaaaa aplikasi yg digunakan lagi2 Audacity.😆 Bahkan saya di Mac pun pakenya itu. Bener2 user friendly ya, Audacity itu.😉

  17. hmmm…. ini ya fotonya si **ond*** itu teh…. baru tahu saya😀
    ihiiirrr😛

  18. wah keren tuh,, saya juga dulu drummer, tapi krn dulu saya hrs memilih antara kuliah dan musik.. kuliah hrs di selesaikan dan musik akhirnya hanya jd musisi rumahan aja… heheh😀 salam deh buat dimas, salam drummer \m/

  19. Wah, audio expert ya, non. Kereeeen….😀

  20. Eeh… iya… baru nyadar kalo theme-nya sama blog saya.😀

  21. I’m new drummer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: