Cinta dan Pernikahan

11-11-11 sepertinya memang menjadi momen langka yang ditunggu-tunggu dan tidak disia-siakan untuk menjadikannya sebagai hari yang spesial, buktinya pemberitaan hari ini isinya berkaitan tentang tanggal ‘keramat’ itu. Mulai dari kelahiran bayi (yang saya yakin sebagian besar bayi-bayi itu dipaksa lahir), ‘nembak’ pacar, meresmikan perusahaan/organisasi, dan pernikahan. Untuk momen yang terakhir (nikah) itu keknya heboh banget deh.. sampe di berita ada yang bilang kalo KUA buka sampai 24 jam. Keren kan!

Anyway, bicara tentang pernikahan, saya jadi ingat beberapa diskusi lalu yang diadakan di kantor LPM Pabelan, yang kebetulan bahas masalah Pernikahan, karena Majalah Pabelan edisi selanjutnya akan mengangkat tema PERNIKAHAN. Di salah satu diskusi dengan pembicara Arif Giyanto, diskusi dibuka cerita tentang Cinta dan Pernikahan versi Plato dan Socrates, saya sungguh tertarik dengan cerita tersebut dan akhirnya mencoba untuk mencari teks ceritanya versi komplit, dan yang saya dapatkan adalah cerita di bawah ini:

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, Socrates, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?

Socrates menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Socrates bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”

Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”. Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”

Socrates kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu pernikahan?Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Socrates pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana.

Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu pernikahan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar nan subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Socrates bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”

Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi pada kesempatan kali ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”

“Dan ya itulah pernikahan,” tandas Socrates

(DR. Muhsin Labib)

Dalem banget…

Saya jadi pengen ketawa sendiri kalau ingat tren #galau sekarang bukan lagi SKRIPSHIT atau TUGAS AKHIR, tapi sudah berganti dengan nikah. Ya, sebagian besar teman-teman yang sudah (dan belum) lulus kuliah seringkali mengeluh #galau kalau bahas pernikahan.

Terus bagaimana dengan saya? Ah.. saya sih biasa-biasa aja tuh, gak pake acara galau.. karena saya yakin tiap orang punya jodohnya. Tapi hal tersebut lantas tak membuat saya anti-galau 100 persen, karena malah saya dipicu oleh sebab lain, yaitu pertanyaan bertubi-tubi yang di lancarkan oleh si mamah (panggilan kepada ibu), you know lah FAQ yang biasanya keluar saat lebaran, ‘Kapan Nikah?’. Memang sih, pertanyaan Mamahku gak gitu tapi:

“ari married nya direncanakeun teu teh iraha? eta ge kedah diprogramkeun.”
(Teh/Mbak, nikahnya direncanain kapan? itu juga harus diprogramkan)

Ha-ha-ha, stress deh jadinya dikit-dikit ditanyain kek gitu.. -_-”

Ya pokoknya untuk semua yang menikah di hari ‘cantik’ ini saya doakan:

BARAKALLAHU LAKA WA BARAKA ‘ALAIKA WA JAMA’A BAINAKUMA FIKHAIR ~Semoga Allah SWT memberikan berkah kepadamu dan memberikan berkah atasmu serta menyatukan kamu berdua didalam kebaikan. Amin.

nitip berdoa untuk diri sendiri ya, semoga bisa nyusul di tanggal cantik selanjutnya.. mungkin 10-11-12, 12-12-12, 11-12-13, atau 13-13-13😀

7 komentar

  1. Nice post…!!!🙂

  2. Saya terus mendoakan, semoga kamu dapet jodoh yang terbaik. Aamiin!😳

    Eh, eh, doain saya juga.😆😆

  3. iya, banyak yang nikah di tanggal cantik ini.
    saya malah pernah dirujuk emak saya buat nikah di usia 22. wakaka. beraatt…😆
    tapi untunglah itu nggak lantas diseriusin. sekarang setelah berusia 23 ane masih enjoy sendirian, di kamar, online dengan indahnya…😀 malah masih pengen nerusin pendidikan. semoga tercapai. Amin.

  4. menikahlah kalau memang sudah yakin…tidak perlu menunggu tanggal cantik…:)

  5. mau ta di”aminin”doa yang trakhir 13-13-13?? hahahaha
    ntar ga nikah2 lah an mb,.,,, :p *just kidding

  6. Tina Latief · · Balas

    saya waktu itu juga bertanya-tanya, kenapa teman-teman yang usianya baru saja lulus sekolah menengah sudah memutuskan menikah, kenapa teman saya yang baru saja diterima di UI langsung memutuskan untuk menikah. Namun saya juga punya teman senior yang sampai sekarang belum menikah, entah belum berjodoh atau belum memutuskan menikah. Tetapi setelah saya tahu, ternyata ada beberapa wanita atau pria yang tidak ditakdirkan menjadi seorang ibu atau ayah. Mungkin karena mereka diberi beberapa kelebihan yang berbeda dari yang lain, makanya ditakdirkan untuk melakukan hal yang lebih besar…
    btw, kalau sudah nikah atau mau nikah undangannya di kirim ya…visit me soon…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: