Cinta untuk Kaum Difabel

Akhir-akhir ini, saya sering sekali mengunjungi Rumah Blogger Indonesia (#RBI) yang menjadi markas besarnya blogger Bengawan. #RBI awalnya merupakan tempat yayasan TALENTA yaitu yayasan yang peduli terhadap teman-teman difabel (different ability) atau bahasa kasarnya –maaf- cacat, kemudian pengurus yayasan TALENTA berbaik hati untuk berbagi tempat dengan Bengawan. Sehingga sekarang #RBI dihuni oleh teman-teman difabel featuring blogger Bengawan. Oleh karena itu, maka setiap saya main kesana (untuk sekadar mencari koneksi internet gratisan) sudah pasti bakal bertemu dengan penghuni asli tempat tersebut.

Meskipun saya jarang berinteraksi langsung dengan mereka, tetapi setidaknya saya sering mengamatinya. Banyak hal yang bisa saya petik ketika berada di tengah-tengah teman difabel. Mulai dari semangat juangnya untuk bertahan hidup, semangat belajarnya (hal ini bisa dilihat dari antusiasme mereka ketika mengikuti pelatihan rutin komputer yang diadakan di #RBI), dan pula kehidupan mereka yang tak biasa. Ya, saya bilang tak biasa, dan ini disamping ke-different-an mereka secara fisik, melainkan dari apa yang mereka dapatkan karenanya.

Karena telah terbiasa menghadapi hidup yang keras ini, sudah barang tentu mental mereka sangat kuat dan tahan banting, dan yang paling saya sukai adalah, dibalik keterbatasan mereka, mereka mendapatkan hal yang jarang didapatkan oleh orang-orang yang tidak difabel. Cinta tanpa syarat.

Saya bahagia ketika mengetahui diantara mereka memiliki anak yang normal, cantik, dan sehat. Dan pasangan mereka adalah orang-orang yang ditakdirkan Tuhan memiliki tubuh yang sempurna. Saya berpikir cukup mendalam tentang fenomena tersebut, alangkah beruntungnya teman-teman difabel dicintai pasangannya bukan karena fisik, melainkan tulus suci dari hati. Berbanding terbalik dengan kecenderungan zaman sekarang yang mengedepankan masalah fisik dalam mencari pasangan –dan saya bisa jadi termasuk orang di dalamnya-.

Berbahagialah bagi teman-teman difabel, karena berkesempatan untuk dicintai dengan tulus hati, tanpa memandang fisik semata, melainkan dari hati, hati, dan hati.

(5/12/10)

~kamar kost

8 komentar

    1. ow lagi…

  1. lama gak berkunjung ke kebun jeruk ki…..

  2. gaya bahasamu kaya cah SD, parah tenan :p

    1. wkekekekkk,
      maklum san, berjiwa sangat muda.
      lagian aku ra iso ngopo2, *efek sering bolos pelajaran B.Indonesia*

    2. udah bagus tauk, san
      ahihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: