Schlaf

ti.dur
[v] (1) dl keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya (biasanya dng memejamkan mata);  (2) (masuk –; pergi — ) hendak (mulai) mengistirahatkan badan dan kesadarannya; ranjang; (3) berbaring; terbaring (tidak berdiri): bubu —

kembali, masalah yang dulu sering menghantuiku sekarang datang lagi.

Tidur menjadi musuh utamaku untuk produktif. Akhir-akhir ini frekuensi tidurku meningkat drastis. tak tau kenapa, kelelahan? nggak juga, karena aktivitasku juga tak terlalu memberatkan, bahkan bisa dibilang aku tak punya aktivitas. Atau mungkin, rasa kantuk dan kegiatan tidur yang menyerang itu malah dikarenakan karena aku tidak punya kegiatan? ah! bisa saja itu!

Nasib menjadi mahasiswa tingkat akhir yang belum ngambil skripsi itu ya seperti aku ini, kuliah cuma 2 hari, itu pun cuma 3 Mata kuliah 2 SKS-an, kemudian setelah itu? Free! gak ada kerjaan, ya beruntung aku masih punya LPM Pabelan yang seringkali kegiatannya mengharuskan aku untuk memutar otak. Tapi ya itu, sekarang karena sedang berada di pucuk pimpinan, aku tidak punya program kerja yang harus ku laksanakan juga.
Wahh.. aneh bener, yang lain stress gara-gara kebanyakan kerjaan, aku malah stress gara-gara gak ada kerjaan.

Pernah aku coba untuk mengalihkan pikiranku, atau mencari kesibukan dengan menekuni satu bidang, dan aku sudah menemukannya yaitu Sastra, tapi sampai saat ini belum kumulai juga kegiatan untuk meningkatkan referensi wacanaku dalam dunia sastra, dan itu semua lagi-lagi karena masalah di awal tulisan ini. TIDUR!

Aku masih ingat, aku pernah menulis hal serupa dengan ini, dan saat itu kuberi judul tulisan itu SEDANG INGIN INSOMNIA. ya, insomnia penyakit tidak bisa tidur itu sekarang sedang aku idamkan (lagi), dengan harapan aku bisa lebih produktif. Makanya jangan aneh kalau blogku jarang sekali di update, padahal sebenarnya inspirasi dan ide tulisan sudah ‘ngabrugbrug‘ di memori otakku, hanya saja belum ada kesempatan untuk menuangkannya dalam sebuah tulisan. dan lagi-lagi itu semua gara-gara TIDUR!

*tidur jadi kambing hitam nih disini, padahal bisa saja itu semua gara-gara aku Malas.

13 komentar

  1. hoaaaaaa… ngantuk….

  2. apakah si nenden kl tidur seperti di foto itu ? (thinking)😛

  3. haha.. sy kalo kebanyakan tidor malah jadi sakit kepala. waktu sy sedang di posisi dirimu, sy coba2 cari side job. kerjaan paruh waktu, sekedar mengisi kekosongan jadwal karena kuliah sudah tidak sepadat dulu. mungkin bisa dicoba, untuk mengalihkan hasrat buat tidorr😀

  4. kalau dl sy srg tdr, palagi tdr siang.bisa jd itu kegiatan sakral
    tp pas memasuki dunia kuliah, rutinitas itu lambat laun luntur jg
    kuncinya, sibukin diri dikampus.hhe

  5. kalau saya bkn frekuensinya tapi jam tidur akhir2 ini malah bertambah

  6. fotonya lebih keren kalo fotonya mbak nenden yang dipajang disitu
    wehhehehhee

  7. sama seperti saya mbak, tapi alhmdulillah serkarang sudah bisa terbangkit dari tidur lagi karena sebuah renungan yang benar-benar berisi

  8. wah kalau saya malah sedang mengimpikan tidur yang cukup mba. karena padat rutinitas menjadikan saya kurang tidur, sampai2 waktu istrhat kerja saya manfaatkan buat tidur.

  9. wah sungguh kontras dengan saya yo.. disaat anda malah tidur melulu, eh saya malah terkena insomnia akut..

    Salam kenal

  10. thanks for your info….very good and sangat bermanfaat…goodluck for you..

  11. give me now

  12. banguun,,,bangun,,, molor trus,,
    :))

  13. nggak ada kerjaan emang bisa bikin ngantuk sih, karena itu hari2 tidak produktif di kantor biasanya diisi dengan chatting biar nggak ngantuk *tetep aja ga produktif*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: