Anestesi

Perlahan kucoba mulai merelakan awan untuk pergi.

Tapi, setiap kali kulihat angin mengiringinya, terbit perasaan yang menimbulkan luka, meski itu hanya secuil.

Awan, jika kau akan pergi atau berevolusi jadi hujan, lakukanlah dengan cepat! Dan jangan kau menggelayuti hatiku dengan mendungmu.

Apa kau kira aku bahagia ketika kau -entah sadar atau tidak- menjanjikan butir-butir hujanmu yang sejuk membasahi hatiku?

Tidak, tidak sama sekali. Kau hanya menambah luka, membuatku semakin merasa bersalah. Karena aku ingat aku selalu mengoyakmu agar kau terbias ketika aku masih mengejar langit.

Pergi cepat pergi, berubahlah jadi hujan secepatnya. Atau tetap bertahan disini sampai aku benar-benar siap dan yakin untuk menyimpan setiap kelembutanmu.

06:41

11 komentar

  1. ada apa dengan awan kok disuruh pergi?

  2. si awan ndak tw apa2,,

    si awan kn ada yg ngomando🙂

  3. menunggu hujan atau menanti pelangi?

  4. @dafhy: lha mendung koq, bikin was-was aja..
    @iccuz: mandiri dong, masa’ dikomando terus..
    @yansnay: menunggu hujan reda, tapi tak mengharap pelangi.

  5. hahaha,,, ngopo meneh nden,,??
    mau awan kek, mau hujan kek, semua sama hanya dalam wujud yang berbeda.. jangan complain ke awan, komplain aja ke angin. “Angin, gimana sih loe, ngarahin awan dan daerah hujannya yang bener dong, jangan sampae gangguin aku..” hahahaa….
    dasar tuh angin kurang pelatihan! pasti dulu waktu seminar pendalaman SOP dan pelatihan kerja bagi angin dia boloz.. wkwkwkw…

  6. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  7. awan memberi harapan tp juga bisa menghanguskan impian

  8. Wuih..artikelnya mantab..Inspiratif;

  9. tulisan yang keren…
    nice post..

    sedj

  10. biarkan awan melakukan apa yang dilakukan.
    biarkan awan menjadi mendung atau menghilang dengan sendirinya.
    bagiku awan itu memberi keindahan tersendiri.

    hehehe

  11. kemana perginya awan, itu tergantung si angin. jika tidak ada angin, awan pun tidak akan pergi. jadi jangan menyuruh awan untuk pergi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: