Tentang Migrain

Akhir-akhir ini saya merasakan migrain yang semakin parah saja, sepertinya tiada hari tanpa migrain deh.. sampai-sampai 3 teman sudah memaksa saya untuk pergi ke dukun, eh dokter untuk menyembuhkan penyakit yang sudah menjadi sahabat saya itu.

Di suatu malam, saya bertemu dengan rekan saya yang merupakan redaktur rubrik kesehatan di media massa lokal Solo, Joglosemar. Waktu itu saya iseng saja tanya apa dia pernah ngangkat masalah migrain, dan ternyata pernah, kemudian dia ngasih saya artikelnya tentang migrain, yaitu ini:

Sakit kepala sebelah atau migrain selain menyerang secara tiba-tiba juga mengakibatkan penderita mengalami rasa seperti ditusuk-tusuk jarum di bagian kepala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaum wanita ternyata memiliki potensi terkena migrain lebih besar dibandingkan dengan laki-laki.

Migrain berasal dari bahasa yunani yang diambil dari kata hemikkrania, yang artinya sakit kepala pada satu sisi. Penyakit ini bisa datang secara tiba-tiba dan kemudian hilang dengan tiba-tiba pula. Banyak orang mengira migrain hanya menyerang di satu sisi kepala baik kiri maupun kanan, padahal penyakit ini bisa juga menyerang kedua sisi.

Di kepala, migrain terjadi jika arteri yang menuju ke otak menjadi sempit karena konstriksi atau mengerut, dan kemudian melebar (dilatasi), yang akan mengaktifkan reseptor nyeri di dekatnya. Belum diketahui pasti penyebab pembuluh darah tersebut menjadi melebar atau mengerut. Namun, kadar serotin atau bahan kimia yang berperan dalam komunikasi sel saraf yang abnormal rendah bisa memicu terjadinya konstriksi pembuluh darah. Penderita akan mengalami nyeri kepala berdenyut yang disertai dengan rasa mual dan ingin muntah, atau sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan.

dr Retno Wahyu, Msi, Sp.S, spesialis syaraf dari Rumah Sakit dr Oen Surakarta menjelaskan, migrain bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak, dewasa maupun orang tua. Umumnya mereka terserang berusia antara 10 hingga 30 tahun. Namun, kaum hawa memiliki persentase lebih besar terkena serangan migrain. Hal ini dikarenakan pada wanita memiliki hormon estrogen di dalam tubuh.

“Pada wanita, migrain terjadi akibat perubahan hormon estrogen di dalam tubuh. Jika kadar hormon estrogen itu menurun, maka kadar serotin di otak pun ikut turun. Biasanya, migrain menyerang pada wanita beberapa hari sebelum menstruasi, saat berhenti haid, dan setelah melahirkan karena pada masa-masa tersebut hormon estrogen biasanya berfluktuasi,” ujar dokter yang akrab di sapa Retno ini.
Penyebab lain bisa karena makanan tertentu, dari rangsang cahaya yang kuat, perubahan pola tidur, dan aktivitas fisik yang berlebihan.

Retno menjelaskan, pada dasarnya nyeri pada kepala dibagi menjadi yaitu primer dan sekunder. Nyeri yang bersifat primer di antaranya berupa migrain, nyeri kepala cluster, dan nyeri kepala tegang otot. Sedangkan nyeri kepala yang bersifat sekunder seperti nyeri kepala sesudah trauma kecelakaan, nyeri kepala akibat penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, nyeri kepala akibat pendesakan ruang otak seperti tumor otak, infeksi, serta penyakit hidung dan mata.

“Dengan demikian maka migrain masuk dalam kategori nyeri kepala yang bersifat primer. Nyeri kepala ini dapat pula disebut sebagai alarm atau peringatan dini terhadap penyakit yang mendasarinya,” ujar Retno.

Sedangkan jenis migrain, lanjut Retno, dapat dibedakan menjadi dua golongan. Pertama, migrain biasa atau migrain tanpa aura, kebanyakan penderita migrain masuk dalam kategori ini. Ciri utama migrain ini ditandai dengan nyeri kepala berdenyut di salah satu sisi dengan intensitas yang berat dan semakin parah pada saat melakukan aktivitas sehari-hari.

“Migrain ini dapat disertai dengan mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, suara dan bau. Sakit kepala akan sembuh dengan sendirinya tanpa diobati dalam waktu empat sampai 72 jam,” terangnya.

Kedua, migrain klasik atau migrain dengan aura, pada jenis ini migrain biasanya didahului dengan gejala yang dinamakan dengan aura (gejala awal). Gejala aura biasanya terjadi dalam waktu 30 menit sebelum serangan migrain terjadi. “Aura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat garis bergelombang, cahaya terang, bintik-bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. Gejala yang lain adalah rasa geli atau kesemutan pada tangan,” tambah Retno.

Untuk menghindari agar tidak terkena migrain, Retno menyarankan untuk mengenali dan menghindari faktor pemicu seperti kelelahan, terlalu banyak tidur, perubahan tekanan udara, berada di tempat yang tinggi, kondisi stres, dan nikotin dari rokok. “Bila hal-hal tersebut yang memicu, maka migrain bisa diatasi dengan mengatur faktor-faktor pemicu tadi dengan memperbaiki kebiasaan tidur, tidak merokok, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, dan berolahraga secara teratur, serta menjauhi stres dengan melakukan relaksasi,” tegasnya. (Ikrob Didik Irawan).

24 komentar

  1. wah aku laki-laki jarang migrain, heehehe juaaaaaaaaaang banget semoga gag terjadi sama aku lah..
    mungkin kamu perlu banyak relax kali ya🙂

  2. hummm..aku cewe. bararti punya potensi juga .huwaaa…tapi belum pernah ngalamin si..semoga jangan. kalu pun harus sakit kepala. dua2 nya aja. biar adil.hehehhe

  3. saya jarang kena migrain, btw gambar ilustrasinya menyeramkan hihi

  4. alhamdulillah sejauh ini tidak pernah mengalami migrain, jadi tahu gejala dan rasanya kena migrain lewat artikel ini. salam hangat…

  5. baru tau kalo penyebab migrain itu “kelelahan, terlalu banyak tidur, perubahan tekanan udara, berada di tempat yang tinggi, kondisi stres, dan nikotin dari rokok.”

    oke, nice info, mba’ nenden . .

  6. maaf lahir batin dulu… biar gak kena migrain🙂

  7. dulu sering banget kena migrain, huft.. ngak enak banget kepala dirasa…

  8. Tadi lihat alamat ini di persma dotcom,,jadi sekalian mampir. Salam kenal,,Thx info seputar migrainnya;

  9. Jadi gimana, apa udah ke dokter?🙂 Ayo cepat sembuhkan penyakit ini. Sakit kepala biasa aja udah merepotkan, apalagi migrain (yang katanya lebih menyakitkan dari sakit kepala biasa).😦😦

  10. arikel yg bermanfaat sekali, trimakasih

  11. saya juga hampir bisa dibilangsering migrain, biasanya di picu karena kurang tidur dan asap rokok…
    artikel bermanfaat seklai..

    salam, ^_^

  12. gambarnya serem banget yak..
    semoga selalu sehat aja
    terhindar dari penyakit..
    salam sukses..

    sedj

  13. Migran itu sakit kepala sebelah kanan atau yang kiri ya?, maklum laki-laki…

  14. sy juga pernah dengar penyebab migrain kalo dari sisi ruhiyah. katanya karena kita lagi lengah, kecapean, jadi jin mudah masuk ke dalam sel2 otak. Obatnya adalah dengan membaca doa matsurat (dzikir pagi dan sore). Wallahu’alam
    kalo sy sendiri kalo migrain itu biasanya karena cuaca yg sangat panas, biasanya setelah sholat, dan mengaji trus istirahat bentar. pas bangun Alhamdulillah dah seger lagi🙂
    yg repot kalo kena migrain pas masih di kantor, musti nahan sampe jam pulang, hehe…

  15. hmmm.sy serriiiiiiiiiiiinnnngg bgt kena migran
    tp ilangny tb2 jg

  16. alhamdulillah belom pernah kena *jangan ya Allah~

  17. bener2 rasanya tak tertahankan…

  18. Wah artikel yang sangat bermanfaat. Alhamdulillah saya tidak pernah kena migrain. Tapi saya akan selalu melakuakan pencegahan terhadap penyakit tersebut.

  19. Mantap jaya dah….. Makasih informasinya bu.

  20. Mantap Jaya….. Makasih informasinya bu.

  21. thx y infonya
    salam hangat dari blue

  22. the_arul · · Balas

    saya tidak pernah migrain🙂

  23. pernah sih sekali kena migrain. pas sebelah kiri yg kena. sampe2 aku pukulin kepalaku sendiri karena sakitnya ga nahan :p

  24. ghost ride that whip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: