Perjuangan Untuk HAK Perempuan

Iron Jawed Angels

Salah satu tema yang tidak pernah ada habisnya adalah mengenai salah satu makhluk yang benar-benar khusus pula, dan makhluk itu bernama perempuan. Bukan, saya tidak akan bicara masalah gender disini.. hanya tentang perempuan. Dan beruntung bagi yang senang nonton film, saya punya referensi film yang patut untuk dinikmati.

Iron Jawed Angels, merupakan film yang diangkat dari kisah nyata perjuangan perempuan di Amerika Serikat pada tahun 1920-an. Film yang dibintangi oleh aktris peraih Oscar Hillary Swank ini, menceritakan tentang tentang upaya keras para perempuan Amerika untuk memperjuangkan hak kewarganegaraan mereka.

Bermula dari niatan dua aktivis muda Alice Paul dan Lucy Burns untuk merubah keadan perempuan Amerika pada masa itu. Mereka berdua telah mengambil dan menyelesaikan studinya di Inggris, kemudian mereka kembali ke Amerika untuk melangsungkan niat mereka memperjuangkan hak kaum perempuan. Pada masa itu, perempuan tidak memiliki hak kewarganegaraan penuh sebagaimana laki-laki. Dengan begitu, mereka tidak memiliki Hak Pilih dalam ajang Pemilihan Umum (Pemilu). hal ini berdampak sangat besar bagi kehidupan mereka tentunya. Perempuan seakan-akan tidak dilihat sebagai subyek hukum, mereka tidak bisa melakukan tindakan-tindakan umum secara mandiri.

Sebelum kedatangan Alice Paul dan Lusy Burns untuk memperjuangkan hak perempuan, di Amerika telah ada sebuah organisasi yang mewadahi kepentingan perempuan untuk memperjuangkan haknya ini, yaitu NAWSA (National Women Suffrage Association). yang dipimpin oleh Carrie Cat dan Anna Shaw.

Alice dan Lusy datang menemui Carrie dan Anna untuk menawarkan diri bergabung dengan NAWSA. Alice dan Lusy sebenarnya membawa misi gugatan “Amandemen Konstitusi” terhadap Presiden Amerika (Woodrow Wilson). Mereka akan menuntut Amandemen konstitusi yang mengatur mengenai hak kewarganegaraan – agar perempuan juga bisa diberi hak pilih dalam pemilu berikutnya.

Misi ini awalnya diragukan oleh Carrie dan Anna, tetapi setelah Alice mengajukan konsepnya, akhirnya mereka menyetujui. Langkah demi langkah mereka lakukan. Dan waktu pun semakin mendekati masa Pemilu lagi. Jumlah anggota mereka telah bertambah, dan upaya pencerdasan dan peningkatan kesadaran pun telah dilangsungkan. Tetapi, di tengah jalan, ada masalah yang dihadapi dan menyebabkan NAWSA menekan Alice dan Lusy (serta para anggotanya), dan pada akhirnya NAWSA menarik dukungannya dari Alice dan Lusy.

Karena usaha yang keras dan kegigihan mereka dalam memperjuangkan haknya, banyak pihak yang merasa terganggu, dan pada akhirnya satu-persatu anggota mereka dijebloskan ke penjara dengan alasan mengganggu ketertiban jalan ketika mereka melakukan aksi pagar betis di depan istana presiden. Di dalam penjara tersebut, banyak siksaan dan hukuman berat yang mereka mendapatkan.

Di film ini juga diperlihatkan, bahwa peran media pada saat itu cukup kuat. Hal ini dibuktikan dengan adanya ekspos besar-besaran di media tentang perlakuan di dalam penjara, menyebabkan banyak orang yang simpati dan pada akhirnya mendukung perjuangan para perempuan itu.

Satu hal yang terasa janggal pada film ini adalah pada bagian voting amandemen undang-undang, secara ‘ajaib’ dan tiba-tiba, jumlah pendukung yang pro terhadap amandemen undang-undang ini bertambah, dan menyebabkan kemenangan bagi pihak perempuan. Tetapi, walau demikian akhir cerita dari film ini cukup menarik.

Selain itu, kelebihan dari film ini adalah, meskipun dibuat dengan menggunakan setting awal abad 20-an, tetapi ketika menonton film ini kita tidak merasa sedang menonton film ‘jadul’, hal tersebut dikarenakan tata musik, dan pemilihan backsound film ini memberikan kesan menarik dan tidak membosankan. Dan secara keseluruhan film ini akan memberikan sensasi perjuangan kaum perempuan yang terbaik, dan film ini juga bisa menjadi sebagai referensi film bagi mereka yang ingin mempelajari mengenai studi perempuan.

Ya, film ini menceritakan tentang perjuangan hak perempuan di Amerika.. sebenarnya perjuangan seperti ini pun sudah dilakukan di INDONESIA sejak zaman Kartini masih belia. Tapi, bagaimana realita sekarang..? hai perempuan INDONESIA.. apakah kalian sudah merasa Hak kalian telah terpenuhi??

16 komentar

  1. wah harus nonton filmnya nih.. apalagi tentang perjuangan peerempuan membela haknya..
    makasih banget ya infonya..
    salam..🙂

    1. oke sama-sama..🙂
      selamat menonton..

  2. Hak dan kewajiban harus berkembang secara selaras, serasi dan seimbang lho
    salam hangat dari Surabaya

  3. wajib untuk ditonton ini.

    salam kenal dari makassar

  4. patut ditonton keknya..salam kenal

  5. Wanita perlu di hargai bukan di lecehkan. Karena wanita itu di agungkan oleh TUHAN.Thx

  6. Ehm, sepertinya seru filmnya.

    Aku suka perempuan2 tangguh yang menjalankan kehidupan dengan indah bersandar pada penghambaannya pada Tuhan.

  7. bener2 pecinta film..

    lancar bgt nyeritain pilm………:)

    1. kayaknya emang penikmat pilm… hehehe

  8. memang terkadang teori di suatu tempat tidak bisa di praktekkan di tempat laen….

  9. bingung… mo nonton pa ngak yach???

  10. kayaknya bagus juga ditonton…, tapi di hutan ada gak ya????
    🙂

  11. keknya ini yg masuk tabloit kemaren deh…

  12. papa udah beredar di indonesia????????????????

  13. keliatanny filmny bgs untuk mengisi waktu sblm kuliah dimulai

  14. Thingki wingky · · Balas

    Hak, Kewajiban, Hakikat, dan Kenyataan.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: