Mahasiswa dan Kebiasaan Mencontek

mencontek

 

Ujian diadakan untuk mengetahui hasil dari kegiatan belajar dan mengajar selama perkuliahan, dari ujian tersebut dapat terlihat bagaimana kemampuan mahasiswa dalam menyerap materi yang disampaikan dosen dan bagaimana kemampuan untuk memecahkan suatu masalah. Tak jarang, tinggi rendahnya hasil dari ujian merupakan cerminan dari tinggi rendahnya kepintaran mahasiswa, sehingga banyak mahasiswa yang enggan dianggap bodoh sehingga melakukan banyak hal untuk mendapatkan nilai ujian setinggi-tingginya, dan termasuk dengan melakukan kecurangan.

Kecurangan yang sering dilakukan mahasiswa adalah mencontek. Mencontek merupakan usaha untuk menjawab soal ujian dengan bantuan-bantuan yang tidak diperbolehkan, dan hal tersebut sangat dekat sekali dengan mahasiswa. Bisa dilihat dari 70% mahasiswa setidaknya pernah mencontek, dengan frekuensi jarang dan kadang-kadang. “Terpaksa mencontek karena tidak paham dengan materi yang disampaikan oleh dosen,” ujar salah satu mahasiswa Ekonomi yang menyatakan alasannya mengapa mencontek, dan hal tersebut mewakili 50% dari semua responden yang mencontek. Seringkali masalah proses belajar mengajar di kelas dikeluhkan oleh mahasiswa, mulai dari metode pengajaran yang membosankan, sampai penjelasan materi oleh dosen yang terlalu memusingkan. Meskipun disamping itu masih banyak pula mahasiswa yang mengaku tidak pernah atau malas belajar.

“Perasaan ketika mencontek ya biasa saja, karena memang sudah terbiasa mencontek,” jelas salah satu mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) saat ditanya perasaannya ketika mencontek, dan hal tersebut pun dirasakan oleh 30% responden lainnya, dan hanya 17% yang menyatakan merasa malu ketika mencontek, padahal sudah jelas mencontek merupakan perbuatan yang tidak baik.

Sukses atau tidaknya proses mencontek berlangsung dikarenakan oleh beberapa faktor, dan yang terbesar adalah karena faktor pengawas. “Ada pengawas yang cuma duduk-duduk saja, sehingga pengawasannya longgar dan kita mudah untuk mencontek,” ungkap salah satu responden dari Fakultas Hukum (FH). Disamping itu, faktor tempat duduk pun menjadi salah satu faktor pendukung kedua setelah pengawas, dan sepertinya hal tersebut sudah disadari oleh pihak Quality Assurance Center (QAC) sehingga mengeluarkan kebijakan pengurutan dan penomeran tempat duduk di kartu ujian sejak ujian tengah semester ganjil, selain itu kebijakan tersebut memang untuk meningkatkan mutu pendidikan UMS. Namun sayang, seperti yang dikutip dari KORAN PABELAN edisi 30 tahun 5, bahwa penerapan kebijakan tersebut masih longgar di beberapa fakultas sehingga nomor kursi di kartu ujian belum maksimal.

Kreativitas mahasiswa memang sudah tidak diragukan lagi, termasuk dengan menyiapkan media atau sarana untuk mencontek. Mulai dengan menggunakan handphone dan menyiapkan catatan kecil yang bisa dibuka kapan saja di ruang ujian, namun yang dirasa paling aman adalah dengan melihat jawaban teman. “Kalau melihat jawaban teman itu lebih tenang dan aman, kalau ada razia pun tidak akan ada barang bukti,” ujar salah satu responden dari Fakultas Psikologi, dan teman tersebut juga dianggap salah satu faktor yang menyukseskan usaha mencontek oleh 21% responden.

Usaha untuk mendapatkan nilai yang tinggi dengan mencontek, ternyata tidak membuat bangga dengan hasil yang didapatkan meskipun nilainya bagus, hal itu bisa dilihat dari 45% responden yang menyatakan tidak bangga ketika ditanya kebanggaannya terhadap hasil yang diperoleh dari mencontek karena dirasa bukan hasil sendiri, dan hanya 7% saja yang menyatakan sangat bangga sekali, meskipun hasil yang didapatkan tidak murni sesuai dengan kemampuan sendiri.

Ketika disinggung apakah ada keinginan untuk berhenti mencontek, 87% responden menyatakan ingin berhenti karena sadar bahwa mencontek merupakan perbuatan yang tidak baik, “kalau mencontek terus, kapan bisa pintarnya,” jelas salah satu responden dari Fakultas Teknik. Sedangkan faktor yang dapat menghentikan kebiasaan mencontek adalah paham materi yang disampaikan oleh dosen di kelas, “Semoga bisa berhenti mencontek kalau dosen ngajar di kelasnya mengasyikan dan bisa bikin mahasiswa paham pada materi mata kuliah tersebut”, harap salah satu responden dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Informatika (FKI).

 

 

itulah realita di kampus kami, bagaimana dengan kampus kalian?

atau, jangan-jangan Anda merupakan salah satu pelakunya? ;))

 

 

gambar diculik dari sini

6 komentar

  1. ada yang nyontek dengan SMS temannya….
    tapi kalau kuliah, IPK 3,9 pun tidak jaminan anda kerja, karena S1 atau D3 dinilai dari skill

    *nglirik access*

  2. menurutku mencontek merupakan salah satu penyait mental,jika mentalnya pecontek ya pasti mereka terus ingin mencontek dan malas tuk belajar..tp dengan niat dan usaha yg sugguh2 untuk menghilangkan budaya negatif ini mudah-mudahan budaya mencontek bisa sirna

  3. sama aja mbak fakultas ku yo ngono :d.. Indonesia wes rodo ruwet :-s

  4. kurang lebih sama😮
    terutama bagian dosen….

  5. Mungkin salah satunya masalah metode pengajaran. Terlalu banyak materi. Pernah di kampus sekali ujian sampai 12 bab! Mungkin dosennya dendam karena pernah digituin😀

  6. menurut gw sih ada beberapa alesan yang bisa dijadiin penyebab mahasiswa nyontek:

    1. ada batas waktu kelulusan (di kampus gw 6 taun), jadinya klo masih ga ngerti materi mau ga mau ya ‘mesti’ nyontek. ini hasil perbandingan sama mahasiswa jaman dulu yang biarpun lulusnya lama, tapi rata2 mereka nguasain materi dan dari cerita2 orang tua sih jarang bgt ada yang nyontek.

    2. ada mahasiswa yang sejak awal niat kuliahnya utk ‘jenjang menuju karir’, jadi ya emang bukan ilmu yang dicarinya, tapi gelar. yang penting lulus cepet (nilai mencukupi) gimana pun cara yang mesti ditempuhnya.

    3. emang males, ga minat sama materi kuliah (biasanya si mahasiswa ngerasa salah jurusan). kecenderungannya si mahasiswa jadi banyak maen atau mroyek di luar bidang akademiknya dan kuliah jadi rutinitas atau sekedar ngisi waktu luang aja. ga ada keinginan utk ngerti materi, nilai bisa didapet dari nyontek.

    yah, itu sih beberapa yang gw liat di kampus gw. dan utk beberapa mata kuliah, gw adalah pelaku nyontek juga😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: