Media Online Sebagai Personal Branding

social

Zaman sekarang bisa disebut sebagai zaman cyber, dimana segala aspek kehidupan manusia selalu berhubungan dengan dunia maya atau internet. dunia maya bisa disebut sebagai dunia ke dua dimana manusia saat ini hidup. Dengan banyak konsep menarik yang ditawarkan dari teknologi ini, tidak sedikit orang yang terlena dengan keasyikannya. Salah satu hal di dunia cyber yang mampu menarik jutaan massa adalah penggunaan social networking dan blog.

Social networking sendiri adalah konsep baru dalam bersosial, dengan menggunakan perangkat jaringan (komputer) – dalam hal ini adalah internet. Pada konsep ini, tiap individu saling berkomunikasi bahkan memiliki keterkaitan antara satu dengan lainnya, juga melibatkan emosi dalam interaksinya. Penggunaan konsep social networking seperti pada Facebook juga sudah meluas, dari sebelumnya hanya berkomunikasi antar teman, saat ini bisa pula digunakan untuk berjualan (tanpa harus membeli/berlangganan alamat internet), menulis blog, bahkan menarik simpati publik.

Salah satu kegunaan lainnya, social networking dan blog bisa digunakan sebagai media untuk pembentukan personal branding bagi masing-masing pengguna dan pemilik akun. Personal branding sendiri menurut Dian Purworini, S.Sos, dosen komunikasi UMS adalah bagaimana menciptakan dan mengatur brand atau citra dari diri seseorang, atau usaha untuk menciptakan persepsi orang lain akan perilakunya dan mengatur orang lain agar bisa menerima apa yang dia lakukan. Dia juga menjelaskan bahwa blog dan Facebook bisa digunakan untuk merepresentasikan identitas diri pemiliknya.

Menurut Dian, meskipun masih beberapa orang saja yang mampu mengoptimalkan penggunaan social networking dan blog sebagai media personal branding, tetapi hal tersebut bisa dibilang cukup efektif untuk pencitraan diri dan penyaluran aspirasi. “Social networking dan blog merupakan media yang paling murah atau bahkan free, serta accessible, sehingga banyak orang dimungkinkan untuk mengakses itu.” Jelas Dian. Selain itu, penggunaan media tersebut untuk personal branding bisa efektif tergantung dengan tujuan awal penggunaannya.

Sedangkan bagi mahasiswa yang termasuk sebagai mayoritas pengguna social networking dan blog tersebut, karena mahasiswa merupakan agent of change mereka bisa menggunakan media tersebut sebagai salah satu cara untuk menyalurkan aspirasi dan keideologisan mereka. Seperti Arif Syaifudin Yudistira, pengelola kawahinstitute.blogspot.com ini menggunakan blog sebagai aktualisasi diri dalam menulis tentang fenomena-fenomena yang terjadi saat ini, karena tujuan utama dia ngeblog adalah untuk menghidupkan kembali iklim akademik mahasiswa pada umumnya. Arif menjelaskan bahwa menurutnya web itu bisa digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan diri dan ide, tetapi dia menganggap bahwa kebanyakan orang masih menggunakannya untuk iseng-iseng belaka. Agar misi awalnya dapat tercapai maka sampai saat ini Arif masih rutin mengelola blognya tersebut. “Tetap istiqomah saja, karena ini merupakan hobi saya, dan ada misi di dalamnya”, ungkapnya.

Masih satu suara tapi berbeda media, Al Ikhlas Kurnia Salam memfungsikan akun Facebook-nya sebagai alat komunikasi, dan aktualisasi diri terhadap perkembangan teknologi informasi. Dia menjelaskan bahwa dia selalu posting berdasarkan suara hati tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan, dan biasanya bertema tentang sosial dan budaya. “biasanya aku posting ketika mempunyai hasrat ingin memberikan informasi”, tutur mahasiswa yang merupakan mentri luar negri BEM UMS ini. Dia menambahkan keoptimisannya bahwa setiap postingannya mampu menjadi personal branding bagi dirinya, karena menurutnya ketika berkomunikasi, maka akan timbul sistem kontrol otomatis di publik, secara tidak langsung untuk menyesuaikan apa yang kita bicarakan sehari-hari, karena citra diri akan timbul dari bahasa. “itu juga tergantung postingnya, jika komentar yang dihasilkan banyak, maka itu bisa dibilang sukses” tuturnya.

Agar bisa sukses untuk mengelola social networking dan blog sebagai media personal branding, dian menjelaskan bahwa kita harus mencoba untuk menggunakannya dengan cara yang smart dan fun. Cara yang smart dengan mengontrol apa saja yang bisa kita tampilkan keluar, karena social networking dan blog itu merupakan public space bukan personal space yang hanya bisa diakses oleh pemiliknya saja. “Jangan sampai nanti malah mendapatkan masalah gara-gara facebook atau blog kita yang tidak terkontrol” tutupnya.

2 komentar

  1. komentar dulu, baru baca..

  2. namanya juga sicoal networking

    jadi membentuk jaringan sosial,
    artinya yaaa silaturahmi dalam artian lain
    yg penting ya gitu
    digunakan secara positif
    ok
    salam🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: