Pembudayaan Gemar Membaca dengan Pusling

pusling

Di tengah gencarnya serbuan media informasi yang semakin canggih, banyak orang yang lebih memilih media internet untuk mencari informasi yang diperlukannya, sehingga keberadaan buku di perpustakaan dirasa agak sedikit ditinggalkan. Dibutuhkan sebuah strategi yang bisa mengembalikan fungsi buku dan minat baca dalam masyarakat, dan perpustakaan keliling merupakan salah satunya.

Semakin lama jumlah pengunjung perpustakaan semakin berkurang, hal tersebut bisa dilihat dari grafik pengunjung perpustakaan daerah Kota Surakarta yang tiap tahunnya semakin menurun sejak 6 tahun terakhir (grafik). Meskipun demikian, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Surakarta, Dwi Moeljadi mengatakan bahwa menurunnya jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah tidak serta merta menunjukkan bahwa minat membaca masyarakat Solo pun ikut menurun. Menurunnya minat baca bisa disebabkan karena adanya faktor kekurangan bahan bacaan, sehingga ketika bahan bacaan tersebut didekatkan kepada masyarakat, maka masyarakat dapat menikmati bahan bacaan dengan mudah dan secara langsung minat baca pun akan meningkat atau setidaknya tidak akan menurun.

Untuk jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah tiap harinya memang hanya berkisar kurang dari 30 orang, tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan peminat perpustakaan keliling yang setiap kali beroperasi bisa menyedot lebih dari 100 pembaca buku. Dengan hal tersebut Dwi menganggap bahwa perpustakaan keliling merupakan strategi yang efektif untuk mendekatkan pembaca kepada bahan bacaan.

Perpustakaan Keliling saat ini

Sampai saat ini, sarana perpustakaan daerah Surakarta difasilitasi oleh mobil perpustakaan keliling yang berjumlah 4 buah. Mobil perpustakaan keliling tersebut berasal dari Perpustakaan Nasional, Solidaritas Istri Kabinet, dan Pemerintah Kota. Mobil tersebut beroperasi tiap hari per kecamatan, dengan tujuannya di sekolah-sekolah, dan ada yang ke Lembaga Pemasyarakatan. “Mulai tahun 2010 ini perpustakaan keliling khusus beroperasi rutian tiap hari minggu di Taman Balekambang, dan rencananya nanti juga akan beroperasi di Taman Satwa Jurug” ungkapnya. Selain itu, agar perpustakaan tidak ditinggalkan, buku-buku yang ada dalam mobil perpustakaan keliling itu koleksinya terbatas, agar apabila ada pembaca yang membutuhkan referensi lebih lengkap bisa mengunjungi perpustakaan daerah.

Tujuan mobil perpustakaan keliling sebaiknya di tempat-tempat yang ramai orang, agar target pembaca bisa dipenuhi secara optimal, karena jika perpustakaan keliling dibuka ditempat yang sepi, hal tersebut tidak akan maksimal untuk menarik minat masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan keliling dan membaca buku.

Pengadaan mobil perpustakaan keliling ini ternyata belum merata di setiap kabupaten di Solo raya, seperti Kabupaten Boyolali yang belum memiliki fasilitas mobil perpustakaan keliling, oleh karena itu harus ada peran aktif dari masyarakat untuk ikut memfasilitasi agar minat baca masyarakat tetap terjaga. “Sebenarnya pembudayaan gemar membaca merupakan kewajiban bersama, seperti yang dijelaskan dalam Undang-undang Republik Indonesia tentang Perpustakaan,” tutur Dwi.

Peran aktif masyarakat

Peran aktif masyarakat dalam membudayakan gemar membaca ini bisa dilakukan dengan mengadakan perpustakaan keliling swadaya, misalnya untuk para mahasiswa bisa menggunakan motor-motor sebagai perpustakaan keliling, dengan cara mengangkut buku, dan kemudian membuka lapak-lapak untuk meminjamkan buku-buku pada masyarakat yang masih kekurangan bahan bacaan. “Itu merupakan solusi yang bagus, dan bisa berkerjasama dengan perpustakaan daerah masing-masing kota atau kabupaten,” selain itu, jika memang akan dilakukan hal tersebut lebih baik ada koordinasi dengan perpustakaan, agar ada pemetaan daerah mana saja yang masih kekurangan bahan bacaan. “Untuk bahan bacaannya pun bisa meminjam dari perpustakaan, yang penting ada pertanggungjawaban,” jelasnya. Dengan adanya ide seperti itu diharapkan peran aktif mahasiswa untuk ikut mencerdaskan bangsa bisa terlihat.

18 komentar

  1. ayo membaca…..

  2. Ayah saya pernah jadi kepala kantor Arsip dan Perpustakaan di daerah kabupaten Sinjai, Sulsel. dan waktu itu pernah diajak jalan2 ke perpus di sana. memang menyedihkan, pengunjungnya sangat sepi, buku bukunya pun stok lama semuah, pantas jarang dikunjungi.
    Ide perpus keliling itu sepertinya menarik, baiknya disosialisasikan sama pusat yak, spaya daerah lain jg mengikuti..🙂

    1. iya mbk, di solo juga mengenaskan…
      ya mudah2an g cuma dari perpus pusat aja yang mau terjun bikin pusling,
      mahasiswa pun harus ikut andil untuk mencerdaskan bangsa..

  3. semoga makin banyak pusling2 di seluruh indonesia….sehingga minat baca orang2 indonesia jadi meningkat… Beta jg baru nyadar klo akhir2 ini minat untuk membaca amat sangat kurang…
    Abis baca postingan kmu beta jd semgat buat baca lagi… (baca komik maksudnya..he..he..)

  4. wah mantap. dulu waktu SD perpusstkaan tiap selasa datang ke sekolahku. Sekarang kayaknya sudah gak ada.

  5. simpulan yg saya peroleh:
    pada dasarnya masyarakat tak ingin repot bepergian menuju perpustakaan. tapi bukan berarti mereka malas membaca. oleh karena itulah pusling mulai digalakkan.

    betul begitu, mbak?

  6. saya sekarang takut ketemu dengan perpustakaan, selain karena saya sudah bisa online, saya juga jadi TO pihat perpus karena tak mengembalikan buku. hahahaha

  7. Nenden Cantik gimana caranya buat menu pada blogspot ya!

  8. di daerah2, koleksi perpustakaan sungguh mengenaskan. Ruang baca yang tidak nyaman.
    Tidak ada doorprize buat pengunjung😀
    pantas saja kalau makin sedikit yang ke perpustakaan

  9. Gramedia.. .Number 1. .
    cukup berdiri 6 jam 50 – 100 buku selesai di baca.hahah

  10. selama SMP,SMA,kuliah..belum pernah sekalipun pinjem buku di perpustakaan…

    1. wahhh… ParaaahhhH!

  11. membaca bukan sekedar hobby tp kebutuhan…

  12. sebuah usaha yg bagus
    PUSLING asal jangan diplesetin jd PUSING aja

  13. Pusling memang tidak mau kalah dengan penjual bumbu keliling kok mbak. Salam Desah – Eny Semarang.

  14. yups,budaya baca tulis memang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa.

  15. kembangkan terus budaya baca tulis.oh ya,ngeblog juga budaya baca tulis ya?

    1. sepakat, kalo gak mau repot baca buku,
      yaa ngeblog saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: