The One

“Emang punya pacar yang nilainya di bawah 5 itu lebih baik daripada jadi jomblo ya? Emang salah ya kalau gue kurang berminat menjambret SIAPA SAJA DEH cuma demi mengganti status di facebook? Harus ya gue menculik abang-abang dan mas-mas joki jalan Sudirman supaya ada yang bisa diajak jalan dan nonton? Emang salah banget ya kalau gue mencari… the ONE?”
-margareta astaman (have a sip of margarita)

Aku menjadi merasa memiliki pendukung untuk mendirikan sebuah Ikatan Manusia Jomblo Sejak Lahir (IMJSL) ketika membaca paragraf di atas di salah satu tulisannya Margareta Astaman di buku Have a Sip of Margarita. Ya meskipun dari paragraf itu tidak mengartikan bahwa si ‘aku’ memang jomblo dari lahir, tetapi setidaknya alasan-alasannya untuk menjadi jomblo saat itu sangat masuk akal.

Bukannya iri kepada orang-orang yang sudah memiliki pasangan (baca: pacar), tetapi kadang aku sendiri merasa aneh ketika melihat fenomena kehidupan anak muda zaman sekarang. Betapa tidak, dengan mudahnya seseorang mengucapkan ‘I Love U’, mengungkapkan perasaan cintanya kepada lawan jenisnya, padahal hanya baru beberapa bulan saja mereka berkenalan, dan itu pun dengan secara tidak sengaja, atau bahkan hanya lewat dunia maya, dan yang lebih mengherankan dengan mudah pula lawan jenisnya itu ‘menerima cinta’. Padahal, apakah sebenarnya arti dari kata ‘CINTA’ yang sering diagung-agungkan itu? Aku yakin mereka tidak paham sepenuhnya. Atau mereka itu mengartikan kata ‘CINTA’ hanya dengan ‘kamu cantik sekali, aku mau kamu menemaniku jalan untuk dipamerkan pada teman-temanku’ atau ‘tungganganmu keren, aku mau diajak jalan-jalan terus dan dibayari makan sama kamu’. Apakah sesederhana itu makna dari kata ‘CINTA’?.

Kalau aku bisa melihat beberapa faktor yang melatarbelakangi kenapa fenomena tersebut bisa terjadi antara lain, karena pacaran itu sudah menjadi gaya hidup, tren, mode. Banyak anak muda yang menganggap kalau tidak punya pacar itu sama dengan tidak gaul, tidak laku, tidak keren. Selain itu, si pacar dianggap sebagai objek yang bisa menaikan gengsi dan meningkatkan derajat ke’keren’an untuk dipamerkan kepada lingkungannya. Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang beralasan kalau pacaran itu sebagai tahap pengenalan terhadap lawan jenis untuk menuju ke jenjang pernikahan? Oke, hal tersebut bisa dibenarkan jika orang yang mengungkapkan hal tersebut merupakan orang-orang yang siap untuk menikah, tapi bagaimana dengan anak-anak SMP? SMA? Mahasiswa tingkat awal yang berpacaran? Apakah mereka sudah siap untuk menikah? Aku rasa jawabannya TIDAK. Mana mungkin ada anak sekolahan yang sudah berpikiran sampai ke pernikahan, bahkan untuk membayangkannya samapai situ saja tidak akan kesampaian. Lagi pula, apakah untuk mengenal lawan jenis itu hanya bisa dilakukan dengan ‘pacaran’? tentu tidak. Kita masih bisa berusaha dengan cara berteman, melakukan komunikasi yang intens dan tanpa harus berpacaran.

Karena aku bukan penganut faham ‘pacaran’, maka tak salah kalau aku memiliki predikat jomblo sejak lahir, dan aku bangga dengan itu. Ini bukan karena aku tidak laku dan tidak ada ada laki-laki yang mau menjadi pacarku, come on, lagian tampangku gak jelek-jelek amat banyak laki-laki yang suka padaku (baca: fans), tapi tetap saja aku tidak mau. Aku punya prinsip, dan semuanya hampir sama seperti yang ditulis Margie (panggilan Margarita) di atas. Sampai saat ini aku memang belum menemukan sesosok The One yang bernilai nyaris sempurna, yang minimal sepadan dengan kemampuanku saat ini. Bukannya sombong dan sok perfectionist, tapi benar adanya kalau kita harus memilih calon pasangan seumur hidup (baca: suami) yang benar-benar baik dan mampu menjadi imamku kelak.

Aku cukup bahagia dengan kehidupanku sekarang, hidup di tengah-tengah banyak lelaki, yang mereka merupakan sahabatku, bukan pacarku. Lebih menyenangkan ketika kita menjalin hubungan dengan lawan jenis yang abadi, yang tidak ada istilah ‘mantan’nya, tidak akan ada kerisauan di dalamnya dan yang ada hanya berbagi senang dan susah, sebuah hubungan yang benar-benar tulus dan sama sekali tidak dibumbui dengan ‘nafsu’.

Dengan maksud tidak sok idealis, maka sangat mungkin jika suatu saat ternyata aku melepaskan predikat jomblo dan keluar dari Ikatan Manusia Jomblo Sejak Lahir. dan semoga ketika saat itu tiba berarti aku sudah menemukan The One yang memiliki nilai A, atau ketika aku sudah benar-benar siap untuk menikah, karena aku punya prinsip dan aku tidak mau menjadi korban tren dan gengsi. Amiin..

HIDUP I.M.J.S.L!!

*tulisan ini dibuat sebagai usaha untuk tetap menjaga prinsip di akhir usia belasanku. Sebagai penyemangat di gerbang kedewasaan umur 20an. H -46

94 komentar

  1. Amin! Pertahankan nden, saia dukung

  2. Tidak salah juga ketika penentuan sikap mu seperti itu, memang hak setiap orang untuk memiliki pilihan nya sendiri. Dan dalam kehidupan seseorang itu akan lebih baik jika menjadi yang dicintai dan mencintai dalam artian yang lebih luas dan lebih mulia tidak dalam demensi sempit yang kadang melabrak batas nilai-nilai kemanusiaan, karena itu lebih mulia dari pada menuruti nafsu hewani.

    1. yapp.. sepakat…
      lebih baik mencintai dan dicintai dalam arti luas, jangan melulu antara cewek dan cowok saja…
      masih banyak yg harus dipikirkan, daripada menjadi melankolis gara2 ‘cinta’ itu..

  3. ck…ck..ck… unbelieveble….

    1. Untuk sementara, kamu gigit jari dulu ya, Hen:mrgreen:

      1. lha kenapa mesti gigit jari?
        lebih baik gigit linggis apa gigit dongkrak!
        haahaa

  4. Dukung kami untuk solo lebih baik…

    1. whooaaaa… malah promosi!!
      *lha ngopo malah tak approve yo?*

      1. yo dihapus wae😛

        1. nggk usah, lmyan nmbah2 komen..
          hiihiihii

  5. mantab memang cinta kadang bikin penyemangat

  6. jomblo bukan musibah dan aib..dengan status jomblo kita bebas berkreasi tanpa ada gangguan yg terkadang mengalihakan konsentrasi dn menyita waktu…..

  7. arep coment opo,, bingung dewe malahannnn???
    ckckckck

    1. lha itu dah komen,
      ngopo bingung jo.
      tinggal komen aja,
      gitu aja koq repooott
      heheh

  8. Kalo anak SMP atau SMA memang sebaiknya gak usah pacaran dulu. Kalo cowok, pacaran pas kuliah memang tidak dianjurkan. Lebih baik kuliah dulu biar cepet selesai dan lekas dapat kerja.Tapi kalo cewek, punya pacar pas kuliah gak pa pa, syukur2 pacarnya udah kerja. Jadi, begitu lulus langsung nikah..hehe..

    CMIIW.

    1. nah,, itu sebenernya yang ideal mas..
      hehe, kalo cowok harusnya kerja dulu, dapet duit yang banyak, kalo udah siap nikah baru nyari jodoh,,
      kalo cewek sih dari sekarang juga gpp.. persiapan, biar g ketuaan nikahnya,,
      *biar g jadi perawan tua* hehe,
      tapi tetep.. kal diriku sih nanti2 aja.. santai saja..
      slowdown.. hehe

  9. dhidhut19 · · Balas

    Hummm keep on fire girl!!
    Klo itu sudah jadi prinsip hidup lanjutkan kakak!🙂
    Wish suatu saat ketemu pasangan tang terbaik ya…🙂
    amin..amin..amin…

    1. amiin..amiin…
      thanx ya doanya..
      *untung kamu komen ada indonesia2nya, jadi bisa bales deh*
      hehe

  10. Kalo jdoh emang g bkal kmana kok, smua it trgantg pda prinsipny masing2,, tpi pcran it jg di itung2 g da untgny kok. Scra status sosial g naek. Scra dompet mkin menipis. Scra agama dosa, nah apa yg untg dr pcran? Y stuja dgn ijsl or imti, wkwkwk

    1. iyaa..iyaa…
      semangat banget ni ibu komennya.. haahaa
      ayo cpet balik solo,
      aku mo cerita panjang lebar.. haahaha

  11. Sipp..jadilah diri sendiri
    jika itu benar maka harus kuat untuk istiqomah
    sebagai sesama wanita saya bangga dan mendukung penuh🙂

    1. amiin..amiin.. minta doanya ajaa..🙂

  12. Salut dengan prinsipnya. Tulisan ini tlah menyadarkanku dari sesuatu

    1. sadar? emang kemaren2 pingsan to? heheh
      dari sesuatu apa emangnyaa?

  13. semangat….
    salam,

  14. Hiyah. ini to, emang ada yang bilang aneh gmn nden. perasaan wajar2 aja kok. setiap orang kan punya prinsip. yo sutra mamasing-masing. ya walo alasan yang kok utarakan tidak sepenuhnya aku setujui. terlepas dari itu, aku suka karena dirimu memegang prinsipmu sendiri

    *jadi bener pengen ngelist podcast soal ehem-ehem nih…😀

    thx ya nden

    1. cie..ciee…. makanya mas.. ayo cepetan,,
      pengen segera ke boyolali buat kondangan
      hehehe🙂

  15. hanya ikut2an kali ya?😀

    padahal tidak cinta

    jadi mending jadi jomblo maniaks aja dulu hingga saatnya

    biat ada rasa sakral dengan yang halal

    he he he

  16. Ow,,,,,
    masak iya, jd jomblo seumur hidup??? (the conclusion of JOMBLO SEJAK LAHIR) ???

    bukane Ikatan Jomblo Sejak Lahir sdh ada yg bikin anonimnya?
    Iman Josel atau Iman Jos’L

    1. lha.. yoo jomblo sejak lahir tidak sama dengan jomblo seumur hidup..
      apa mau jadi perawan tua yang kesepian di akhir hayat? ogahh ahh,,
      maksudnya kann jomblo sejak lahir = jomblo sampai waktu yg tidak ditentukan, nunggu calon yang bener2 tepat.. haahaa

  17. Cinta butuh chemistry dan yang utama klik mencintai karena Allah menumbuhkan keikhlasan dalam menghadapi cobaan . . Tetep semangat

  18. Two thumbs up mba..
    Mempertahankan kejombloan demi THE ONE gak pernah ada ruginya.
    Salam kenal..

  19. sampai sekarang ku juga masih jomblo..

    1. dan kamu bangga g mas??
      aq sih bangga.. haahaahaa

      1. bangga deh,, soalnya masih bisa menikmati hidup,,

    2. kok kita belum tukeran link?? tukeran yuk???

      1. hehhehe.. sori mas kemaren kelupaan..
        ni sekarang udah tak pajang..
        no 1 lagi di List Bengawan.. heheheh

        1. iya i,, kok bisa ya jadi nomor satu.. maklum dari SD sampai SMA absen ku tidak jauh2 dari no 1..

          lapor bu.. sudah saya pasang di link blog saya..

  20. mandor tempe · · Balas

    sampeyan bias ngoong begitu ternyata, tidak seperti kebanyakan orang yang malu karena ndak punya pacar. Tetep semangat dengan prinsipmu itu, pasti diberikan yang terbaik kok.

  21. tosss….!!!!

  22. miris sama si hendri melihat kenyataan ini..
    sabar ya hen…

    *mlayuu*

    1. huusshh.. g nyambung ahhh…

  23. Dangstars · · Balas

    Mantep frinsifnya,,sukses

  24. Se7 banget … kalaulah kita punya *hak atas diri kita masing2 …🙂 … dikoww kukuh & tegar jalankan *niat … salam😀

  25. wah kriteria bisa menilai A,B,C,dan E-nya parameternya apa saja nden..?hehehe…kalo kita sendiri nilainya bukan A gimana…?apa kita tetep mencari yg nilainya A..atau…hmm…diserahkan ke takdir (*hayah…) hehehe🙂

  26. Selamat siang,
    Selamat hari Selasa,
    Semoga tetap semangat dalam berkarya dan sukses selalu,

    Salam Hangat,
    AbulaMedia.com

  27. humm kala cinta menyerang ada rasa aneh yang sulit dikendalikan🙂 sepakat deh walaupun bukan jomblo sejak lahir juga tapi emang sahabat lebih baik daripada harus mengutamakan pacaran karena love for all jadi jangan pernah membatasi cinta hehehe sok amat ya gw …jduk

  28. nice… nice your blog…

  29. pacar pertama saya adalah suami saya. hehehe….pacaran setelah menikah itu lebih enak dan santai. nggak takut dosa.🙂
    lagian, menjadi single itu banyak happynya loh………

    1. wahh… siapp mbak…
      kerenn banget tuh..
      ‘suamiku-pacarku’..
      lagian emang bener koq kata Oppie..
      SINGLE HAPPY!!

  30. sepertinya kita seperguruan mbak..
    mulai lahir mpek sekarang belum paham dengan istilah pacaran yang sebenarnya..
    maka dari itu mental saya belum siap untuk menerima.. karena setiap orang mempunyai makna sendiri2 tentang istilah itu, dan sayangnya sampek sekarang saya belum menemukan arti istilah itu secara logis menurut saya..
    salam hangat,

    1. heheh.. udahLah.. ga usah bingung2 nyari arti pacaran itu sebenarnya apa..
      yang penting targetnya nikah.. nah kalo udah nikah kan bisa pacaran ma suami/istri..
      heheh🙂

  31. klo nyari the One gak ketemu… datang aja ke ambon… ira One msh ada kok…wk..wk..wk

    1. terimakasih tawarannya..🙂

  32. mari kita buwat slogan..
    “haree gene Pacaran?? Gak jaman dwehh..”
    hakhak… agak maksa yak?
    Yuk mari menjaga hati, mempersiapkannya hanya untuk yang dihalalkan-Nya🙂
    etapi jangan lupa, untuk mendapatkan seseorang dengan nilai A terlebih dahulu kita juga harus membuat diri kita bernilai A, karena orang baik hanya layak untuk orang baik pula. Jangan sampai kita sibuk menyiapkan kriteria calon suami tapi lupa memperbaiki diri sendiri. Semangad…

    1. lumayan juga tuu mbak slogannya hehe..
      yapp sepakat,, mulai dari sekarang memperbaiki diri..!
      A++.. hehehe

  33. Wah, bingung aku mau komentar apaan.

  34. CINTA = Cerita Indah Tanpa Akhir….

  35. wah menarik nih, dulu aku juga sama kaya kamu, menurut ku pacaran gak penting, tapi pacaran yang dulu aku pikir adalah pacaran yang orang pikir.. tapi secara mengejutkan aku mungkin menemukan the one ( semoga amin ) terlalu cepat, samapai aku pun menjilat ludah sendiri dan aku pun pacaran tapi ludah yang ku jilat tidak ku telan aku ubah arti pacaran dulu yang sama kaya orang lain pikir ke pacaran yang “made in aku”.. butuh pengorbanan dan kesabaran tingkat tinggi..

    jadinya the one yang belum tentu bernilai A aku jadikan A!!

    jadi saran aku, jangan cari the one nilai A tapi cari the one yang bisa di jadikan nilai A..

    1. sipp..benar.. karena emang susah nyari yang sempurna,
      dan sebaiknya kita memang menciptakan pasangan ‘kelak’ menjadi benilai A..
      dan sebelumnya kita pun harus berusaha untuk meng-‘A’-kan nilai kita..🙂

  36. siapa yah pilihan mba Nenden hehehe

    1. heheh.. liat aja ntar..🙂

  37. wah jarang tuh cewek kaya kamu, sip…

  38. saya tampan dan berbakat

  39. ups, gak nyambung ya… maaf😛

  40. sbelum mempunyai pacar, sayangi dirimu sndiri….

    kunjungan perdana😀

  41. menurut saia pacaran itu sah2 saja..asal gaya pacaranx sewajarx..
    g usah mamerin kemesraan di depan umum…nyantai tapi seriuss..🙂

  42. Salam perdana pada kunjungan perdana.

  43. kalau menurutku, status jomblo itu lebih baik dari pada berpacaran.terlalu banyak fitnah yang bisa terbuat dari sebuah kegiatan “berpacaran”. lebih baik berpacaran itu setelah menikah

  44. gak ad salahnya kok jomblo. dan emang pacran itu harusnya dilakukan setelah menikah saja…..

  45. prinsip yang gak semua orang berani memutuskan seperti itu

    *lirik kiri lirik kanan* :))

  46. PACARAN YANG ISLAMI ADAKAH??

    —> Sebelum pegangan tangan baca “bismilah”
    —> sesudah ciuman “ALHAMDULILLAH”
    —> Sesudah berhubungan badan “INALILLAHI”

    jangan lakukan perbuatan yang dibenci ALLAH,,
    Saya setuju dengan Anda..

    JOMBLO itu tidak kuno..
    terhormat kesucianya..

    Pepatah islam mengatakan “LEBIH BAIK MENIKAHI JANDA, YANG PADA SAAT MENIKAH DENGAN CARA ISLAM DARI PADA MENIKAHI GADIS(PERAWAN) YANG PERNAH PACARAN”

    semoga anda berpacaran pada saatnya yaitu setelah anda mengucapkan ijab kabul dihadapan naif dan wali nikah..

  47. pada gender, posisi, tingkatan, stara pendidikan, produktifitas, kesetiaan, uang, tampilan,, kategorikan mana yang ingin km nilai dari huruf “A” tsb,,, semuanya???, semoga ada pria diluar sana yang memiliki amunisi cukup banyak untuk berkali2 memohon pernyataan cinta ANDA,,🙂
    kalau amunisi saya cukup, saya adalah orang pertama yang mengkhidzba ke kebun jeruk anda..
    semoga pak tani dan ibu pemetik buah sudih menerima ulat bulu seperti saya..

  48. Kw jomblo po nden?

    1. jomblo nuu ndro..
      emang kowe,, pacaran wae..
      haahaahaa

  49. josss…
    teruslah nak

  50. Eh, orangtuaku dulu juga gak pacaran! dan justru status jomblo bikin hidup lebih bebas,. kalo masalah ‘pacar’ yang bisa ngasih semangat, kayaknya siapa aja bisa, deh! hee,. ohya, kadang aku juga mikir lagi, ada yang bilang kalo pacaran itu bisa bikin kita jadi lebih dewasa! kalo menurutku sih itu tergantung.😀 aku juga punya prinsip seperti itu, tapi kita gak bisa nyalahin orang yang pacaran juga! itu sih menurutku, ya. lol

  51. alhamdulillah mbak gadis jeruk belum kena fitnah pacaran…🙂
    tak doakan segera nikah mbak… amiiin…

  52. lebih baik jomblo daripada ganti2 pacar gak jelas….😀
    semoga lekas ketemu jodo ya mbak gadis jeruk…😀

  53. okelah kalo beg, beg, beg, beg, begono…

  54. jomblo n proud, harus itu😉

  55. hmmm… cinta ya?? cinta?? aduh,.,, cinta…
    ohhhh,….

  56. Wah awah wah wah..sudah hampir mau masuk kepala 20 nich….
    Salam semangat selalu yaw

  57. sip!! aku juga gak pacaran, ntar aja kalu udah menikah🙂

  58. high quality jomblo:mrgreen:

  59. semoga aja cepat dapat jodoh dan tak jomblo lagi

  60. yes… say no to pacaran. Saya dapat istri tanpa pacaran, dan cocok tenan, harmonis…

  61. pacaran dengan blog tentu lebih asyik….salam kenal

  62. hellgalicious · · Balas

    emang kek gitu pacaran jaman skarang
    baru kenal aja udah manggil sayang2an

    btw kapan apdetnya nih?

  63. zemangat siang ^_^, uni setuju seklai dengan prinsipnya, uni dukung 100% sista

  64. lama ngga update nie…
    ayooo…
    upadate lagi, hehe

  65. selama jemari masih kuat buat nulis…
    ayoo update lagi neng…

  66. halo gadis jeruk, pakabar?
    *bingung mo komeng apa hehe

  67. saya suka tuh kata-kata “menemukan The One yang memiliki nilai A”….
    setuju, nyari pasangan memang harus benar2 teliti dan terbaik….
    tidak semudah mencari sepatu yg pas buat kita, lebih dari itu
    memang kedengarannya agak perfeksionis….
    ya…emang harus kayak gitu….

    tapi “A” di sini bukan bukan berarti paling sempurna, tapi berarti terbaik bagi kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: