Selamat Hari Jadi CIANJUR!

logo-cianjurHari ini tanggal 12 Juli, CIANJUR berulang tahun,

sebagai kota kelahiran dan kota tempatku tumbuh dari sejak lahir sampai 17 tahun, Cianjur menyimpan banyak kenangan.

Seperti judul lagu lawas, ‘Semalam di Cianjur’ memang belum cukup untuk menikmati segala keindahan kota di tatar sunda ini, kota yang terkenal dengan Beras Pandan Wanginya ini memiliki banyak cerita, untukku dan semua warganya.

Cianjur yang menjadi kota yang berbatasan dengan Bandung, Bogor, dan Sukabumi, yang notabene sudah menjadi kota metropolis diharapkan akan segera menyusul dengan perkembangan yang signifikan dari hari ke hari..

oleh karena itu, sebagai warga yang mencintai Cianjur, aku ingin mengucapkan:

SELAMAT HARI JADI CIANJUR

yang ke 332

Semoga bisa menjadi kota yang nyaman bagi semua warganya.

Tiga abad silam merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Karena berdasarkan sumber – sumber tertulis , sejak tahun 1614 daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultanan Mataram. Tersebutlah sekitar tanggal 12 Juli 1677, Raden Wiratanu putra R.A. Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag dari kekuasaan kolonial Belanda yang mulai menanamkan kuku-kunya di tanah nusantara.Upaya Wiratanu untuk mempertahankan daerah ini juga erat kaitannya dengan desakan Belanda / VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I.

Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda / VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 12 Juli 1677. Kejadian ini memberi arti bahwa setelah itu Mataram terlepas dari wilayah kekuasaannya.

Pada pertengahan abad ke 17 ada perpindahan rakyat dari Sagara Herang yang mencari tempat baru di pinggir sungai untuk bertani dan bermukim. Babakan atau kampoung mereka dinamakan menurut menurut nama sungai dimana pemukiman itu berada. Seiring dengan itu Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, terpaksa meninggalkan Talaga karena masuk Agama Islam, sedangkan para Sunan Talaga waktu itu masih kuat memeluk agama Hindu.

Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.

Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).

10 komentar

  1. selamat untuk kota cianjur…
    selamat juga untuk nurannisa…

  2. selamat..
    tambah umur tambah peduli dengan rakyat

  3. selamat hari ibu …

    doch

  4. Selamat hari jadi buat kota asalmu ya. Wah, jauh2 dari cianjur ke solo cuma buat belajar. Sukses selalu yaa..đŸ˜€

  5. Wah begitu toh sejarahnya, selamat hari jadi deh Cianjur, hm aku aku dikirimin tauco yah sama bu admin, disini adanya tauco buatan medan

  6. Selamat deh buat hari jadi kota Cianjur… beras buatku mana Nden?

  7. IRZA RASYID · · Balas

    SELAMAT HARI JADI CIANJUR YANG KE-332.

  8. kalau tidak ada sang manusia sakkti mandraguna herman.wilem.DAENDLES
    yang dengan tongkat kramat serta sabda saktinya lewat di desa TJIANDJOER,DAENDLES bersabda biarlah aku istirahat sejenak didesa ini.kemudian beristirahat menukar kuda di desa tjiandjoer.maka dengan kesaktian toean belanda terciptalah desa menjadi kota kecil.
    tuan sakti daendles membuat jalan POST WEG.dalam perjalanan ke CIKAPUNDUNG.kemudian dengan sabda saktinya “bila aku kembali kesini tempat ini sudah jadi kota”maka terciptalah kota BANDOENG.
    sungguh sakti tuan bule dan manjur serta mujarab kata katanya,penuh dengan kalam keramat melampaui para wali yang kesaktianya cuma samar ada dalam dongeng belaka.
    tanpa tuan besar nan sakti dari belanda.niscaya tidak akan di kenal tjiandjoer.
    kemudian kota tjiandjoer jadi cianjur berkembang karena kehadiran golongan tionghoa yang rajin bikin manisan,asinan dan tao co.
    terima kasih pada golongan tionghoa yang sangat berjasa mengembangkan cianjur seperti sekarang.kamsia.

  9. marwan mh · · Balas

    ada yang punya lagu hari jadi cianjur karanagan pa yaya 12 JULI

  10. ciptakan birokrasi yang harmonis…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: