Nyetting Media Yuuuk!

hmm… percaya atau tidak, selama saya di LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Pabelan UMS, saya diamanahi sebagai setter/layouter tabloid Pabelan Pos dan Majalah Pabelan. Selama hampir setahun ini saya sudah me-nyetting 2 Tabloid (tabloid edisi 82 dan 83), dan 1 Majalah edisi Februari 2009. Dulu, yang jadi setter/layouter tuh biasanya cowok, tapi sejak kepengurusan tahun ini malah diisi cewek, saya juga bingung koq bisa-bisanya saya ditempatkan di posisi itu, padahal sebelumnya saya belum pernah sama sekali yang namanya men-nyetting majalah atau pun tabloid. Sedikit curhat, selama jadi setter/layouter di Pabelan tuh banyak menderita juga senengnya. Menderitanya kalau sudah dikejar deadline, bisa seminggu full melek sampe subuh terus, tapi senengnya sih biasanya jadi dimanja Pemred, mau apa aja pasti dibeliin. Kasiiiiih daaaah…! Hehehe.

Oh ya, sebenarnya saya di sini bukan mau curhat, tapi mau berbagi tentang Cara/Tahapan Setting/Layout Media, media di sini bisa tabloid, majalah atau media cetak lainnya. Nah kurang lebih kalau kita mau membuat sebuah media, tahapan-tahapannya kurang lebih seperti di bawah ini:

1. Penentuan ciri khas media (setting perdana). Nah, kalau kita baru mau buat sebuah media, harus ditentukan dulu STPnya (Segmenting, Positioning, Targeting) dari media itu, misalnya target dan sasaran pembaca media itu siapa? (Tua/Muda, Mahasiswa/umum). Kemudian tentukan juga image media yang akan diangkat seperti apa? (Elegan/ ceria/ simple). Kalau STP dan Image media yang akan dibuat telah ditentukan, selanjutnya proses membuat identitas dengan cara meletakkan material-material yang akan digunakan terus menerus dan tetap dalam jangka waktu tertentu. Misalnya nama rubrik, penomoran halaman, dll.

2. Siapkan bentuk ukuran mediayang akan kita buat, bila tidak punya pandangan sama sekali, bisa ambil dan cari contoh-contoh media yang lain yang sudah ada, seperti Tabloid Pabelan Pos atau Majalah Pabelan (promosi..hehe).

3. Persiapkan berapa halaman yang akan kita buat, dengan mengecek jumlah file yang akan diolah untuk mengisi setiap rubrik. Biasanya diketik dulu di program word processor seperti OpenOffice writer atau lainnya terus dilihat jumlah karakternya di word count. Biasanya untuk media seukuran Tabloid Pabelan Pos, 1 halaman itu cukup untuk 5-6 ribuan karakter (dengan spasi). Satu lagi di sini yang perlu diperhatikan adalah proporsi materi dengan tata letak dan jumlah halaman. Jangan sampai suatu materi yang panjang diletakkan monoton tanpa adanya selingan sedikitpun. Ini akan mengakibatkan pembaca cepat bosan.

4. Selanjutnya ambil kertas yang tidak terpakai untuk membuat dummy (contoh) bayangan sementara media yang akan kita buat nantinya. Hal ini sebagai ukuran dan akan diketahui berapa lembar halaman kertas yang akan dibutuhkan nantinya.

5. Ukur panjang lebar halaman, maksudnya ukuran original satu halaman dibuku tersebut akan dibuat berapa panjang dan lebarnya.

Kalau semua tahapan-tahapan di atas sudah dilalui, berarti kita sudah siap untuk bekerja dengan menggunakan software pengolah halaman. Jika sudah masuk ke dalam tahapan ini, langkah-langkah selanjutnya adalah:

1. Meletakkan materi yang ada pada jatah halaman yang telah ditentukan.

2. Memikirkan kelebihan dan kekurangan materi bila ada. Kadangkala materi yang disetorkan ke setter telah mencukupi jatah yang ditentukan. Hal yang cukup sering terjadi adalah adanya lubang-lubang kekosongan pada halaman atau kadang materi yang diberikan melebihi jatah yang disediakan. Kalau saya rasa, lebih baik materinya kurang, karena kita masih bisa mengisi kekosongan dengan ilustrasi-ilustrasi ataupun foto yang bisa kita minta ke fotografer. Masalah yang rumit justru datang kalau materinya kelebihan, soalnya itu bakal melibatkan banyak orang lagi, mulai dari Pemred dan redaktur yang harus ‘memotong’ beberapa karakter dari materi itu, selain itu kalau terlalu pas materinya, bisa membuat halaman tersebut menjadi monoton, penuh dengan tulisan tanpa ada ilustrasi atau foto.

3. Evaluasi pra-cetak. Hal ini dilakukan dengan cara mengeprint seluruh hasil settingan yang sudah fix, kemudian darisana dicek apakah masih ada kekurangan, seperti kesalahan pengetikan, ketidakcocokan antara foto dan isi materi, atau lain sebagainya. Apabila evaluasi telah selesai, maka kekurangan-kekurangan tersebut harus segera diperbaiki.

4. Menyesuaikan dengan standar percetakan. Permasalahan cetak mencetak memang harus dipikirkan ketika kita sedang men-setting dan lay out. Boleh jadi kita membuat settingan yang bagus, namun ketika ingin diprint, ternyata menjadi berantakan. Oleh karena itu pikirkanlah, dengan apa dan dimana kita nanti akan mencetak media yang kita buat. Kemudian settingannya disesuaikan dengan percetakannya.

5. Mencetak. Urusan menggandakan media memang diserahkan pada percetakan, tapi sempatkanlah untuk melihat urusan yang satu ini agar kita tahu dimana letak kesalahan/ kekurangan kita dalam mensetting dan layout. Nah, biasanya disini memang banyak masalah, sampai sekarang saya masih belum bisa mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang sering terjadi, seperti missing font, pengaturan warna CMYK, dll. Tapi jika setternya ikut datang ke percetakan nilai lebihnya kita bisa mendapatkan pengalaman dari percetakan beserta solusi dari masalah yang dihadapi (troubleshooting). Sehingga kita bisa mengantisipasi sedini mungkin.

Jika sudah masuk percetakan, kita tinggal menunggu saja media yang kita buat tersebut selesai dicetak… berarti, SELAMAT! Anda sudah membuat sebuah media yang baru… jangan lupa untuk didistribusikan seefektif mungkin dan dengan cara yang WAH! agar media Anda segera dikenal orang. Dan satu lagi, jangan lupa LPM Pabelan dikirimi yaa…đŸ˜‰

7 komentar

  1. wah ini lumayan materinya buat bahan ngasih kuliah mahasiswaku sebagai tambahan hehe ,,thanks ya mbak

  2. entah kenapa saya juga ingin menjadi seorang jurnalis…
    thanks for sharing…
    kapan kopdar … hehehhehehhe

  3. mBiyen jaman kuliah aku juga di LPM cuman nggak bagian seting. jadi Pimred hehehehe…
    pernah belajar nyetting pake page-maker tapi saiki wis lali maning..

  4. Pinter amat sih, Nden. Anak ciapa, cih?

  5. Kunjungan balik nich!

    Blognya bagus!menarik!

  6. ko bg sy nulis itu susah bnget ya….
    gmn si cranya…

  7. Materi masih kurang lengkap, tidak runut, mana ilustrasinya dan mana hasil karyamu? Pabelan dulu pernah juara nasional di bidang lay out, dan itu hasil karyaku… (sorry nyombong, tapi ada buktinya; piala di kantor pabelan yang berbentuk pena perak itu).
    Ayo maju terus, kamu bisa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: