Oleh-oleh dari Parisj van Java

icon-bdg Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat memang tidak pernah pudar pesonanya sejak zaman baheula. Sebuah kota mode yang tidak cukup waktu jika hanya 2-3 hari untuk menjelajahi setiap seluk beluk keindahannya. Sedikit bercerita tentang pengalamanku beberapa hari yang lalu waktu saat menghabiskan 3 hari liburannku di Parisj van Java itu. Dimulai dari pemberangkatan pada hari minggu bersama 5 orang temanku yang lain, halte awalnya sih niatnya mau berangkat jam 10, tapi karena -biasalah- pada ngaret dan akhirnya ketinggalan bis, makanya keberangkatan dari halte bis Cianjur diundur sampai kurang lebih pukul 11.30-an, kemudian kita sampai di tanah Bandung tepatnya di daerah Pasteur pada pukul 13.30-an. Dari sana kita langsung berangkat -dengan angkot- ke komplek Daarut Tauhid di daerah Geger Kalong Girang, karena disanalah kost salah satu temanku yang akan dijadikan tempat pengungsian kami selama di Bandung berada.

Setelah cukup beristirahat akhirnya kami memutuskan untuk ke tujuan pertama kami, yaitu Bandung Indah Plaza (BIP). Dengan -seperti biasa- menggunakan angkot dan turun di Gramedia. Di Gramedia kami sempat melihat-lihat dulu barang-barang yang ada di sana, kemudian melanjutkan ke BIP melalui jalan tembus dari Gramedia tersebut. BIP, sebuah mall yang luas, besar dan masih jauh lebih keren dibandingkan dengan Solo Grand Mall ataupun Solo Square. Di BIP tersebut kami menghabiskan waktu cukup lama, walaupun sebenarnya disana kami tidak menghasilkan apa-apa, hanya muter-muter, jalan-jalan dan cuci-cuci mata saja, soalnya asal boleh tau saja harga barang-barang disana melangit semua bo! Setelah cukup puas selama 3 jam disana, akhirnya kita keluar untuk mencari makan. Dan akhirnya yang menjadi pilihan kami adalah nasi goreng dan bubur ayam dipinggir jalan, taukah kalian, semuanya menjadi shock setelah mengerti berapa harga satu porsi makanan itu, 9000 rupiah, dan satu gelas es jeruk seharga 5000! Aku langsung bergumam dalam hati “wahh kalo di Solo mah itu bisa buat 3 kali makan dengan kenyang” tapi tak apalah, hitung-hitung pengalaman. Setelah itu perjalanan hari pertama pun selesai.

Keesokan harinya perjalanan pun berlanjut, pada hari kedua ini kita memutuskan akan pergi ke gedung yang menjadi iconnya kota bandung, yaitu Gedung Sate. Sebelum menuju ke Gedung Sate, kita sempat mengelilingi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). UPI yang sangat luas dengan gedung-gedung baru itu sebenarnya membangkitkan memoriku yang menjadi kenangan (ceilee..). Karena sebenarnya aku itu sudah diterima di UPI untuk jurusan pendidikan Ilmu Komputer, tapi karena saya tidak mau menjadi guru/masuk pendidikan, akhirnya saya memutuskan untuk kabur ke Solo dan menjadi Mantan Calon Mahasiswa UPI. Setelah puas mengelilingi UPI akhirnya kita langsung cabut menuju Gedung Sate. Hmmm… perjalanan dengan angkot yang cukup lama, dan kemudian kita sampai juga di Gedung Sate, tepatnya di depan lapangan Gasibu. Gedung Sate mendapatkan julukan seperti itu dikarenakan pada atap gedungnya ada sebuah antena (yang fungsinya dulu sebagai alat penangkal petir) yang berbentuk seperti tusuk sate lengkap dengan ‘dagingnya’, dan saat ini gedung ini digunakan sebagai gedung pemerintahan provinsi jawa barat, sehingga kita tidak bisa masuk ke dalamnya dengan leluasa. Setelah puas berfoto-foto dari lapangan gasibu ke gedung sate, kemudian kita melanjutkan petualangan kita ke museum geologi yang tempatnya tidak jauh dari situ dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Perjalanan yang menyenangkan melewati trotoar yang dilindungi pohon-pohon rimbun dan udara yang sejuk membuat para pejalan kaki pun semakin betah untuk melangkahkan kakinya melewati tiap jengkal jalan.

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Sebelum memasuki gedung museum geologi, kita akan disambut oleh para pedagang makanan dan souvenir. Yang aku sukai dari museum geologi ini adalah, kita bisa masuk ke dalamnya secara bebas alias GRATIS, dan hanya disuruh untuk mengisi buku tamu saja..Mantaappphh!! geologi di dalamnya kita bisa menemukan banyak sekali benda-benda dan fakta-fakta sejarah tentang geologi, atau revolusi bumi. Ada batu-batu meteorit, simulasi pergeseran bumi, fosil-fosil manusia dan binatang purba, dan lain sebagainya. Dan yang menurutku paling menarik adalah ada replika fosil tyrex seukuran aslinya, keren banggedh! tyrex

Setelah puas menjelajahi sejarah bumi di masa lampau, perjalanan dilanjutkan ke jalan Cihampelas. Sepanjang jalan di sana benar-benar merupakan surga belanja, bayangkan saja, gak kerasa aku jalan-jalan disana sampai lecet-lecet nih kaki. Hehe. Pokoke Cihampelas maknyuzz.. Makanya jangan ragu-ragu datang ke BANDUNG PARISJ VAN JAVA.

19 komentar

  1. ya Allah…
    poto-potonya cantik sangat…
    sungguh indah ciptaanMu…

    *mellow*

  2. fotone kurang ki
    tambah, tambah…

    koyone seru. tp sayang aku ki gak tek seneng
    karo jeng-jeng, dadi gak pernah dolan-dolan pas liburan (doh)

  3. lha kok oleh-olehnya cuman foto doank? piyemnya manaaaa…..

  4. Tos lami akang teh bogoh ka nyai
    ari bade balaka sok sieun teu ditampi
    tapi ayeuna mah rek balaka sugan wani
    cinta akang ka nyai cinta anu sajati


    Satu bait lagu diatas mengingatkanku ketika 3 tahun hidup di bandung.

  5. mba kalo boleh nambahin ada beberapa tempat lagi yang”sedikit menarik” seperti sumur bandung, agak jarang orang-orang yang mau kesitu tuh mba, trus ke ciweday di kawah putih tuh tempat asik banget tapi agak rame mba….. BTW semua tulisannya bener banget…he…he…..

  6. hehehe…aku ngerti dikit-dikit. xixixixi…

  7. oleh2nya cuman poto??? (doh) kebangeten tenan

  8. Bandung. Terkenal peuyeumnya. Peuyeumpuan.
    Jadi ingat dulu ma temen-temen SMA. Hari minggu adalah hari hunting peuyeumpuan. Di BSM, BIP, GRAMEDIA,

  9. nu boga blog teh meni geulis pisan..

  10. cuman foto toh oleh2nya?? neng geulisz aja donk…

  11. wah gak ngajak-ngajk
    py ?

  12. salam perkenalam mbak
    wah asyik juga baca-baca
    sukses selalu

    thanks

  13. Asik juga, ya. Jalan-jalan ke bandung emang uuuenak.
    Salam kenal, main yuk ke blog aku. Salam.

  14. salam kenal..editannya ada yang lum selesai tuh, he he he

  15. bagus juga tuh !!!

  16. gedung sate. dulu pernah ke bandung, tapi belum sempat ke gedung itu. dulu katanya gedung itu bekas gedung departemen pekerjaan umum yang hijarh dari jakarta. saat perang kemerdekaan, sejumlah pegawai departemen pekerjaan umum membentuk satuan tentara penjaga gedung.

    satu saat, belanda mau menduduki gedung. kontak fisik sebentar. karena kalah jumlah, kira2 satu regu pegawai yang dipersenjatai tewas. kabarnya mereka dimakamkan di halaman gedung.

    gak tau. itu gedung sate. atau gedung lain, masih di pusat kota bandung….

  17. mending ke SOLO

    1. wes bosen mas..
      mosok 3 th di Solo terus.. haahhaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: