Mother’s Day

Hari ibu tahun ini saya anggap berbeda. Kenapa? Karena untuk pertama kalinya saya mengucapkan selamat hari ibu kepada seorang wanita yang telah melahirkan dan merawat saya selama lebih dari 18 tahun ini. Entah kenapa, tahun ini saya benar-benar berkeinginan kuat untuk melakukan itu, tapi mungkin itu karena saya merasa sudah lama tidak bertemu dengannya dalam perantauan saya mencapai masa depan di kota solo ini. Walaupun saya hanya mengucapkannya lewat SMS, tapi saya yakin ibu saya sudah menganggap itu sebagai sesuatu yang spesial.

Rencana untuk mengucapkan selamat itu sudah hadir beberapa hari sebelum hari ibu yang dirayakan pada tanggal 22 desember itu tiba, saya sudah merencanakan akan mengirim ibu saya SMS pada pukul 12 malam, tapi hal tersebut tidak terlaksana karena saya tidak bisa bangun malam pada saat itu. Pagi harinya saya sudah akan mengirim SMS, tapi itu tidak terjadi karena kendalanya saya belum menemukan atau membuat kata-kata yang saya rasa tepat untuk mengungkapkan perasaan saya pada ibu saya. Akhirnya saya putuskan untuk menundanya sampai saya nanti sampai di kampus dan searching di internet, tetapi tiba-tiba pada pukul 7.20an saya menerima SMS dari ibu yang mengabarkan bahwa sepupu saya diterima menjadi pegawai negeri sebagai bidan. Saya sempat kecewa dan menyesal, bukan karena berita tersebut, tapi karena ‘mengapa harus ibu saya dulu yang mengirim saya SMS hari ini?’. tapi tak apalah yang penting hari ini SMS pertama saya kepada ibu saya hari ini harus merupakan sebuah ucapan selamat, oleh karena itu saya tidak membalas SMS dari ibu itu.

Akhirnya pukul 8 pagi saya berangkat ke kampus, tepatnya lab komputer untuk mendampingi praktikan (maklum, saya dan 5 teman saya didaulat menjadi asistan lab untuk praktikum). Disana saya langsung searching internet untuk mencari kata-kata yang bisa saya kirimkan untuk ibu saya, tapi hasilnya nihil. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat kata-kata sendiri dalam bahasa inggris (karena akhir-akhir ini ibu saya sedang demam menggunakan bahasa inggris), karena keterbatasan yang saya miliki dalam berbahasa inggris, saya pun sempat mengirim SMS kepada teman-teman saya untuk menterjemahkan beberapa kata yang tidak saya tau. Tapi sudah lama saya menunggu belum ada respon juga dari mereka. Akhirnya saya nekad dengan modal menggunakan kamus online saya pun menyusun sebuah SMS yang kurang lebih isinya seperti di bawah ini (maklum agak lupa, karena kemarin SMSnya kehapus):

“Mom, thanx for everything that you do for me.

I know it unrequited, but I always pray for your bliss..

Happy Mother’s Day!”

Setelah meyakinkan diri, akhirnya sekitar pukul 09.30an saya kirim SMS itu kepada ibu saya. Jujur, saat itu saya cemas, deg-degan, dan gelisah tak karuan, karena bisa dibilang itu pertama kalinya saya ‘bermesraan’ kepada ibu saya. FYI, dari dulu saya merasa saya tidak dekat dengan ibu saya, selama saya masih tinggal di rumah pun, saya jarang sekali melakukan percakapan berdua dengan beliau, entah kenapa tapi itu memang terjadi, mungkin karena kurang komunikasi tersebutlah yang menyebabkan saya merasa tidak dekat dengan beliau. Saya merasa hubungan saya tidak seperti hubungan antara ibu dan anak yang saya lihat di kehidupan teman-teman saya, saya lihat mereka bisa dengan mudahnya bercanda dan tertawa bersama ibu mereka masing-masing, tapi bagi saya itu sulit sekali terlaksana, saya dan ibu saya seperti berada dalam dunia yang berbeda, dan masing-masing hidup dan sibuk dalam dunianya sendiri-sendiri. Karena saya tidak ingin mengulangi kesalahan fatal yang sama seperti yang saya lakukan terhadap ayah saya (saya tidak sempat menunjukkan rasa sayang kepada beliau sampai akhirnya ayah saya meninggal 3 tahun yang lalu), maka saya mencoba untuk merubah itu semua, dan akhirnya sampai pada hari ini, hari yang saya anggap sebagai hari atau momen yang pas untuk mengungkapkan rasa sayang saya terhadap ibu saya.

Akhirnya, beberapa menit kemudian pada puku 09.44 saya pun menerima SMS balasan dari ibu saya yang berisi:

“Amin.. Thank you my child.”

ya sebuah balasan yang singkat, tapi cukup berarti bagi saya. Mudah-mudahan saja setelah hari ini hubungan saya dengan ibu saya bisa membaik. Amin.

One comment

  1. […] lalu, saya rasa merupakan sebuah awal pendobrak kebiasaan, dimana pada waktu itu merupakan untuk pertama kalinya saya mengucapkan ‘Selamat Hari Ibu’ kepada wanita perkasa yang sudah membesarkan saya dan adik-adik saya sampai saat […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: