Wirausaha mulai bergeliat di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Dilihat dari mulai banyaknya kompetisi wirausaha muda, dan propaganda untuk berwirausaha yang sering disampaikan oleh banyak pihak. Solo, tak lepas dari tren positif tersebut. Salah satunya adalah Gerobak Cokelat.
Gerobak Cokelat (Geco) adalah tempat nongkrong baru yang dirintis oleh seorang mahasiswa, Fatra Satria Devara, 21. Gerobak Cokelat mencoba untuk menghadirkan hal yang berbeda. Dimulai dengan pemilihan menu utama, konsep tongkrongan, sampai pemilihan nama sebagai brand image. “Karena saya gak suka kopi, jadi pilih cokelat,” ungkap mahasiswa jurusan Bisnis Internasional ini ketika ditemui, Senin (6/2).
Usaha yang dimulai sejak Oktober tahun lalu ini, diakui Fatra telah lumayan menghasilkan. “Di bulan pertama saja, pendapatannya sudah tutup BEP operasional dan pembenahan,” akunya. Fatra memang serius menjalani bisnisnya ini, hal tersebut dibuktikan dengan persiapannya yang hampir 6 bulan digunakan untuk survey ke beberapa kota demi mendapatkan resep cokelat yang berkualitas. “Kualitas yang saya utamakan,” tegasnya.
Konsep yang ramah dan santai dihadirkan Geco dengan tempat duduk lesehan, lampu temaram, kontruksi bangunan dari bambu, dan musik yang mengalun dari MP3 player. Selain itu, promosinya pun tidak dilakukan dengan cara konvensional, seperti menyebar pamflet atau memasang iklan di media massa. “Promosinya hampir 80% by twitter,” jelas Fatra.
Meskipun namanya Gerobak Cokelat, tetapi menu yang dihadirkan tak melulu cokelat. Ada pula makanan, seperti nasi goreng dan cemilan-cemilan. “Menu utama disini Delice Chocolate, dan Tiramissu, dan itu memang yang paling laku,” tutur pemuda asli Solo itu dengan semangat sambil menunjukkan daftar menu.
Untuk masalah harga, jangan khawatir. Semuanya sudah disesuaikan dengan kantong pelajar dan mahasiswa. Dengan uang kurang dari Rp10 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati menu lezat yang ada di Geco. Jadi, untuk yang tertarik mencoba sajian khas tongkrongan yang berakun twitter @GerobakCokelat ini, tinggal datang saja ke daerah Purwosari, sebelah barat rel kereta, pada jam 17.00 – 24.00 WIB.


coklatnyaaaaaaaaaaa….. maknyooosss
huuuumt daerah sana yah, oke deh kawn nanti lo pas berkunjung ke solo tak mampir ke Geco – Fatra
fotoin dong, gerobak coklatnya..
Dija pingin lihat
huuuumt aku juga jadi pengen liat gerobaknya itu seperti apah
ih coklatnya sesuatu…besarrrr
Cokelat, Februari banget nih
huh… aku ra tau dijak…!!
bisnis yang bener-bener manis ini….
hmmm…. jadi semangat membaca postingan ini…
Hebat, BEP dalam satu bulan.
Salut dah
Manis,,semanis bisnis yang dilakukan
mampir ya di http://unsri.ac.id
Ingin tuh nongkrong di Geco, siapa ya yang mau mentraktir? hehehe
Seperti apa sech penampakan tempatnya? kok gak ditampilkan?
Coklatnya..mantap