
Setelah gelaran akbar ASEAN Games yang dilaksanakan di Palembang kemarin, sekarang giliran Solo yang berkesempatan menjadi tuan rumah turnamen olahraga bagi orang-orang berkebutuhan khusus yang disebut ASEAN Para Games Indonesia 2011.
Pada ajang ini akan dipertandingkan 11 cabang olah raga, dan diikuti oleh 11 negara ASEAN, antara lain Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Timor Leste, Thailand, dan Vietnam.
Sekilas Tentang Para Games
ASEAN Para Games (APG) adalah kompetisi olahraga dua tahunan khusus untuk atlet-atlet yang mengalami cacat fisik yang diadakan setelah SEA Games. Even yang diikuti oleh 11 negara yang terletak di Asia Tenggara ini mengikuti konsep dari Paralimpiade.
APG dibawah pengawasan ASEAN Para Sports Federation (APSF). Tuan rumah penyelenggaraan ajang ini sama dengan negara penyelenggara SEA Games. APG untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 25-30 Oktober 2001. Tampil sebagai juara umum saat itu adalah Malaysia.
Namun, Thailand telah mencatat sejarah terbaik dengan empat kali berturut-turut sebagai juara umum. Masing-masing di Hanoi, Vietnam, pada 2003, Manila, Filipina (2005), Nakhon Ratchasima, Thailand (2008), dan Kuala Lumpur, Malaysia (2009).
APG dirancang sebagai sebuah kompetisi yang ramah dan kekeluargaan, menghubungkan dan menggerakkan ASEAN bersama-sama dalam kesatuan arah kesempatan yang sama dalam olahraga dan kehidupan.
APG merupakan salah satu dari “bendera persahabatan” APSF, untuk dikembangkan dan dipromosikan sebagai produk unggulan Olahraga Untuk Semua dan Keunggulan Olahraga, pertemuan tujuan-tujuan sosial, budaya, psikologis dan ekonomi. (paragames-2011.com)
ASEAN Para Games 2011
Tahun ini, 12-22 Desember 2011, merupakan penyelenggaraan APG yang ke-6. Pada APG kali ini ada 11 cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni angkat berat, atletik, bulutangkis, catur, goal ball, panahan, renang, tenis kursi roda, tenis meja, ten pin bowling, dan voli duduk.
Untuk arena pertandingan, dipilih beberapa venue yang digunakan antara lain Stadion Manahan, Stadion Sriwedari, Gedung Wanita, Sritex Arena, Diamond Solo Convention Center, GOR Nyi Ageng Karang, dan Bengawan Sport.
Kenapa Solo?
Ternyata Solo pernah menjadi tuan rumah event serupa, yaitu 4thFESPIC (Far East and South Pacific Games for Persons with Disability) yang diikuti oleh 834 atlet dari 19 negara di Timur Jauh dan Pasifik Selatan. Selain itu Solo memiliki pusat rehabilitasi berskala nasional sejak awal kemerdekaan, yaitu RS. Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso yang berada di Jl. Ahmad Yani.
Kedekatan antara Solo dan difabel juga semakin terlihat dengan dikukuhkannya Solo sebagai pionir penerapan Peraturan Daerah tentang Kesetaraan Difabel nomor 2 tahun 2008. Kemudian, seketariat nasional organisasi olahraga difabel dan pusat latihan nasional (pelatnas) juga berada di Solo.
Jadi, dengan pengalaman ‘bersahabat’ dengan difabel yang segudang itu, semoga Solo dapat sukses menjadi tuan rumah bagi ASEAN Para Games 2011 ini.
–
Untuk informasi lebih lanjut tentang ASEAN Para Games 2011 ini bisa mengakses web resminya di http://paragames-2011.com.




